PSS SLEMAN : Kecepatan Pemain Turun Drastis

Pemain PSS Asmi Azwibi (hijau, tengah) berebut bola dengan pemain Persinga Ngawi pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/2/2015) malam. Laga kedua kesebelasan berakhir dengan skor 3-3. (JIBI/Solopos - Harian Jogja)
16 Februari 2016 22:55 WIB Arief Junianto Sleman Share :

PSS Sleman untuk BIC 2016 masih harus mengatasi sejumlah kelemahan.

Harianjogja.com, SLEMAN-Meski sukses mengemas kemenangan di dua laga uji cobanya, namun skuat PSS Sleman belum dapat dikatakan siap sepenuhnya untuk tampil di ajang Bali Island Cup (BIC) 2016. Ada beberapa kelemahan yang sepertinya mustahil untuk dibenahi tim pelatih Super Elang Jawa dalam waktu dekat.

Kelemahan yang paling menonjol dari dua laga uji coba tersebut, adalah terkait dengan speed dan endurance pemain. Terlebih saat PSS Sleman menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Maguwoharjo, Minggu (14/2/2016) sore.

Meski pada akhirnya Anang Hadi, dkk sukses menggulung tamunya dengan skor 2-1, namun permainan skuat Super Elang Jawa jauh dari kata memuaskan. Terlebih kaitannya dengan speed dan endurance, hampi semua pemain kehilangan kontrol atas kedua aspek penting dalam olahraga sepakbola tersebut.

Akibatnya, tak jarang, para pemain PSS Sleman kesulitan dalam mempertahankan bola (ball posession) serta beradu duel satu lawan satu dengan pemain lawan. Dari catatan statistik yang dihimpun Harian Jogja di babak pertama laga uji coba kontra Persiba Balikpapan, sejumlah pemain PSS Sleman nyaris selalu kalah berduel.

Sebut saja misalnya bek jangkung asal Belanda, Kristian Adelmund. Sepanjang pertandingan, bek bernomor punggung 24 ini memang mendapatkan instruksi khusus dari pelatih PSS Sleman untuk mengawal setiap pergerakan striker asing Persiba, Edi Fodaay. Alhasil, nyaris sepanjang pertandingan keduanya terlibat duel perebutan bola.

Sayangnya, beberapa kali Kristian Adelmund selalu kalah perebutan bola, terutama dalam kondisi bola-bola aktif. Dalam melakukan man marking, Adelmund memang terkesan lebih menjalankan perannya sebagai seorang stopper ketimbang sweaper. Akibatnya, umpan-umpan direct dari lini belakang yang selama ini menjadi ciri khas dari PSS Sleman pun nyaris tak terlihat.

Beruntung, pemain asal Belanda itu memiliki kelebihan dalam melakukan tendangan bebas. Berkat kelebihannya itu, Adelmund sukses mencetak gol di menit 54.

Tak hanya itu, anjloknya angka speed dan endurance juga terlihat di sektor sayap kiri. Mudah Yulianto yang biasa menjadi ikon serangan PSS dari sektor kiri, di laga kontra Persiba Balikpapan kali itu nyaris sama sekali tak menunjukkan perannya. Pemain yang turut tampil dalam ajang Charity Games 2016 beberapa hari lalu itu seperti kehilangan kreativitasnya dalam menembus tembok pertahanan Persiba Balikpapan.

Hal itu tak lain adalah rendahnya jarak sprint dari pemain bernomor punggung 11 itu. Praktis, sepanjang pertandingan, serangan PSS Sleman lebih banyak dilakukan di sektor kanan. Dicky Prayoga justru terlihat mendominasi dalam setiap serangan PSS Sleman.

Dibandingkan pemain lainnya, pemain mungil bernomor punggung 91 ini memang terlihat yang paling prima. Speednya yang terjaga sepanjang penampilannya, membuatnya mampu tampil mengimbangi permainan tim tamu.

Jika dibandingkan, serangan PSS Sleman dalam laga tersebut, serangan dari sektor kanan memang terlihat mendominasi. Sayangnya, kualitas fisik yang buruk menyebabkan kedua sayap PSS Sleman ini jarang melakukan split.

Hal inilah yang juga dikhawatirkan oleh Pelatih PSS Sleman Heri Kiswanto. Terlebih, ketiga klub yang menjadi calon lawan skuatnya di ajang BIC 2016 merupakan tim-tim yang mengandalkan kecepatan para pemainnya.

Pelatih yang akrab disapa Herkis itu mengaku khawatir  jika di ajang itu, timnya tak bisa mencari solusi untuk menutupi kekurangan tersebut. Saat ditemui usai laga kontra Persiba Balikpapan, ia mengaku beruntung, buruknya kualitas speed dan endurance pemain itu masih bisa ditutupi oleh tingginya semangat juang skuatnya. “Semangat juang itulah yang saya apresiasi,” katanya.

Herkis tak menampik, persoalan kecepatan itu jelas tak bisa diselesaikannya dalam waktu dekat. Oleh karena itulah, ia menilai, hanya semangat saja lah yang bisa menolong PSS Sleman di laga BIC 2016.

Terpisah, Manajer PSS Sleman Arifin Yuli Wibowo menjelaskan, ke Bali, pihaknya akan membawa 23 orang pemain. Rencananya skuat Super Elang Jawa akan bertolak dari Sleman, Selasa (16/2) ini.

Di ajang BIC 2016, pihaknya akan berupaya untuk mencuri poin di laga pertama kontra Persib Bandung. Dengan begitu, menghadapi tuan rumah Bali United di pertandingan jelas akan lebih mudah. “Terlebih, di pertandingan kedua nanti, ada dukungan suporter dari Sleman,” katanya.