PENJUALAN MOBIL : Suzuki Lebih Agresif pada 2016

General Manager PT Sumber Baru Mobil yang merupakan main dealer PT SIS Gregorius Hendra (kanan) menunjukkan New Ertiga Dreza di Sumber Baru Mobil, Sleman, Selasa (16/2/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
17 Februari 2016 18:20 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Penjualan mobil Suzuki dikuatkan dengan melakukan pendekatan lebih humanis dengan konsumen.

Harianjogja.com, JOGJA--PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) semakin agresif menghadapi kondisi pasar 2016 yang dinilai belum terlalu baik.

General Manager PT Sumber Baru Mobil yang merupakan main dealer PT SIS Gregorius Hendra mengatakan, kondisi pasar pada 2015 dan 2016 mengalami goncangan. Pada 2016 ini sulit memprediksi kapan akan membaik. Namun, Hendra mengaku optimistis kondisi penjualan Suzuki akan menunjukkan hal yang baik.

"Strateginya, kami jaga hubungan dengan konsumen. Tapi kami juga agresif. Kalau kondisi sudah lemah tapi tidak melakukan apa-apa yang tidak bisa maju," ujar dia kepada Harianjogja.com ketika ditemui di PT Sumber Baru Mobil, Jl Adisutjipto, Sleman, Selasa (16/2/2016).

Ada beberapa langkah yang ditempuh untuk mendorong penjualan pada 2016. Pertama, memperbanyak test drive. Suzuki ingin menjual kendaraan bukan hanya berbasis pada model, tetapi juga kenyamanan. Selain itu, dengan memperbanyak test drive, pembeli akan mendapatkan pengalaman langsung mengenai kendaraan yang dipilih.

"Test drive itu jualan jujur, enggak kayak beli kucing dalam karung. Test drive itu akan mempengaruhi keputusan akhir," jelas dia.

Target test drive setiap sales pun ditingkatkan dua kali lipat baik secara kuantitas maupun kualitas. Setiap bulan, seorang sales harus bisa mengadakan delapan kali test drive untuk satu tipe kendaraan. Test drive ini, selain untuk memberikan pengalaman kepada konsumen, juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan sales. Secara tidak langsung, para sales akan memahami setiap detail produk yang ditawarkan.

"Konsumen sekarang, susah kalau datang ke diler untuk beli. Karena banyak pilihan dan banyak gimmick. Untuk itu, kita agresif test drive," ujar dia.

Hendra menyebutkan, langkah kedua yang ditempuh yakni menggerakkan sales untuk lebih dekat dengan konsumen. Harus ada hubungan baik yang terjalin sehingga konsumen merasa nyaman dan memilili kepercayaan kepada sales tersebut. Para sales juga didorong proaktif mendekati konsumen dan tidak hanya mengandalkan penawaran melalui sambungan telepon.

Langkah lain yang diambil yakni dengan memberikan banyak pilihan promo kepada konsumen, misalnyq uang muka murah atai bunga murah. Sales harus murah informasi sehingga konsumen mendapatkan info lengkap. Sales dituntut mampu menjadi penasihat bagi konsumen dan memahami kebutuhan konsumen sehingga bisa mengarahkan pada produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Optimisme itu didukung langkah Suzuki mengeluarkan produk baru yakni New Ertiga Dreza dengan harga jual di atas Rp200 juta. Peluncuran yang dilakukan di awal tahun dinilai sangat tepat menyambut 2016. Permintaan masyarakat pun meningkat karena banyaknya test drive yang dilakukan.

"Dreza sudah bisa diterima. Kami optimistis target 25 persen market share Ertiga bisa tercapai dengan hadirnya Dreza. Mobil ini unik dan ada warna spesial," ujar dia.

Dreza mampu menarik hati konsumen di tengah kondisi pasar yang bersaing. Sampai saat ini kontribusi Dreza terhadap penjualan Ertiga sudah sebesar 20%. Harapannya, Dreza bisa menyumbang 25% hingga 30% terhadap penjualan Ertiga. Pada Januari, setelah peluncuran, Dreza sudah terjual 15 unit. Selama 2016, diharapkan penjualan per bulan bisa mencapai 25 unit. Tren penjualan Januari 2016 terhadap Januari 2015 menunjukkan peningkatan 10%.

Tahun ini, rencananya akan ada beberapa produk baru yang diluncurkan. Diperkirakan, peluncuran akan dilakukan pada kuartal kedua. Namun, mengenai produk yang akan dikeluarkan, akan disesuikan dengan kebutuhan masyarakat.