SUKU BUNGA TURUN : KPR Semakin Menarik!

Ilustrasi proyek pembangunan perumahan (Paulus Tandi Bone/JIBI - Bisnis)
23 Februari 2016 19:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Suku bunga turun di level 7%, diharapkan meningkatkan KPR di DIY

Harianjogja.com, JOGJA-Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 25 basis poin membawa sinyal baik bagi pelaku bisnis perumahan.

Real Estate melihat, dengan posisi suku bunga di level 7% membuktikan bahwa pemerintah memberi sinyal tentang kondisi ekonomi Indonesia yang semakin membaik.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nur Andi Wijayanto mengatakan, BI tentu punya pertimbangan menurunkan suku bunganya. Pertimbangan tersebut di antaranya inflasi yang mulai terkendali dan nilai tukar rupiah yang stabil.

"Harapannya penurunan suku bunga ini menggairahkan kembali perekonomian. Dalam properti, cicilan pembelian rumah melalui KPR [Kredit Perumahan Rakyat] semakin menarik," kata dia melalui ponselnya, Senin (22/2/2016).

25 basis poin memang angka kecil namun turunnya suku bunga ini tak bisa dilihat sebatas besaran angka melainkan perlu dilihat dari kondisi ekonomi yang menyertainya.

Ia sendiri yakin bahwa BI tidak mungkin mengambil langkah drastis dengan menurunkan suku bunga misalnya sampai menyentuh level 5%, kecuali ada kejadian luar biasa.

Biasanya, kata Andi, turunnya BI Rate akan diikuti dengan turunnya bunga simpanan dan baru diikuti bunga pinjaman. "Jeda waktu dua sampai tiga bulan baru efektif bunga pinjaman akan turun. Hal ini akan membuat daya cicilannya [rumah] menjadi semakin murah. Dampak untuk sektor properti ya akan mengangkat lagi," kata dia.

Ia berharap agar pelaku industri perbankan yang melayani KPR juga mempertimbangkan penurunan BI Rate tersebut. Setidaknya turunnya BI Rate juga diikuti dengan turunnya bunga pinjaman kredit rumah.

"Kalau kami pengennya single digit karena selama ini masih double digit. apalagi jika dilihat secara aple to aple, [bunga KPR] di Indonesia dibandingkan negara di Asia Tenggara masih paling tinggi. Kalau suku bunga pinjaman untuk rumah itu murah, kan bisa menjadi lebih efektif," kata dia.

Penurunan bunga KPR diyakininya akan mampu memperketat pencapaian target penjualan 2.200 unit rumah untuk tahun ini.