Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Rafi (4th), Salah satu pasien asal Kecamatan Nglipar, Gunungkidul yang terpaksa melakukan perawatan medis di selasar RSUD Wonosari karena ruang inap mengalami overload, Selasa (23/2/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Demam berdarah Gunungkidul jumlah pasien yang dirawat mencapai ratusan orang di awal tahun ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Sejumlah pasien terpaksa menjalani perawatan medis di selasar RSUD Wonosari, Gunungkidul. Pasalnya, jumlah pasien yang dirawat pada awal tahun 2016 ini membludak dan mengakibatkan rumah sakit kekurangan ruangan untuk menampung keseluruhan pasien.
Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Wonosari harus siap menerima pasien rujukan dari berbagai puskesmas daerah. Berdasarkan data dari Dinas kesehatan Gunungkidul, pada awal tahun 2016 tercatat sebanyak 131 orang yang positif terjangkit DBD. Menyusul pada bulan Februari sebanyak 24 orang. Sedangkan untuk yang dirawat di RSUD Wonosari sendiri yakni sebanyak 42 pasien. Untuk mengatasinya, pihak rumah sakit harus menyediakan fasilitas tempat tidur tambahan untuk menampung pasien.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari Aris Suryanto, mengungkapkan hal tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien.
"Ketika persediaan tempat tidur pasien penuh, kami melalui kesepakatan dengan keluarga pasien untuk dapat melakukan perawatan di selasar. Kami tidak akan menghilangkan hak-hak pasien meskipun mereka dirawat di selasar," kata dia, Selasa (23/2/2016).
Sementara itu, orangtua salah satu pasien anak bernama Rafi (4th), yakni Tugini yang berasal dari Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, harus rela menjalani perawatan di selasar bangsal Dahlia RSUD Wonosari. Sudah 24 jam ia menempati bed di luar kamar dan mengaku tak keberatan mendapatkan perlakuan "khusus" tersebut.
"Sebelumnya saya bawa anak saya ke Rumah sakit Nur Rohmah di Gading, tapi sama-sama penuh. Nggak papa, yang penting dapat perawatan," katanya.
Lebih lanjut Aris mengungkapkan bahwa RSUD Wonosari masih akan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah Puskesmas dan rumah sakit di Gunungkidul. Sosialisasi yang dilakukan untuk pencegahan DBD pun masih gencar dilakukan diantaranya melalui media radio dan dengan terjun langsung ke desa. Ia mengungkapkan bahwa Kota Wonosari masih menempati posisi endemis untuk penyakit DBD.
"Pada 2016, sebanyak 12 dari 18 Kecamatan di Gunungkidul dinyatakan endemis DBD, Kota Wonosari salah satunya" pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.