PELAYANAN PUBLIK : Gedung Dperbaiki, Seperti Ini Pelayanan Kependudukan di Disdukcapil Kulonprogo

Beberapa orang tampak keluar dari gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo, Jumat (26/2/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
29 Februari 2016 15:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pelayanan publik bidang kepedudukan di Kulonprogo kini lebih baik setelah menggunakan gedung baru

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sejak selesai dibangun pada 1994 lalu, gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo belum pernah direhabilitasi.

Anggaran sebesar Rp199,5 juta kemudian digelontorkan tahun ini untuk memperbaiki tampilan gedung yang dianggap mempengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan berbagai administrasi kependudukan yang diberikan petugas Dinas Dukcapil dinilai sudah relatif baik. Regulasi yang diterapkan pun tidak berbelit-belit dan menyusahkan.

“Pelayanan termasuk cepat juga,” kata Fajar Setyo Wibowo, warga Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (26/2/2016) kemarin.

Fajar mengaku sedang mengurus kartu keluarga untuk menyambut kelahiran anaknya. Dia harus bersiap membuatkan akta kelahiran. Ketika petugas memintanya menunggu beberapa menit, dia memilih keluar dari ruang pelayanan.

Menurut dia, ruangan tersebut terasa sumpek karena banyaknya orang di dalam. “Sejak dulu memang bangunannya tidak pernah berubah. Kalau bisa diperbaiki biar lebih nyaman,” ucap dia.

Kepala Dinas Dukcapil Kulonprogo, Djulistya menyadari jika tampilan gedung kantornya belum seperti Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lain yang terkesan lebih modern. Gedung itu memang belum pernah direhabilitasi sejak selesai dibangun pada 1994. Mereka hanya melakukan pemeliharaan rutin, seperti pengecatan tembok maupun pintu dan jendela, penggantian engsel pintu yang rusak, serta perbaikan kecil lain terhadap kondisi tembok dan lantai gedung.

Kondisi gedung yang seadanya itu rupanya menjadi bahan keluhan masyarakat yang selama ini merasa kurang nyaman saat mengurus keperluan administrasi kependudukan.

Terlebih jika jumlah orang yang membutuhkan pelayanan sangat banyak sehingga membuat mereka harus berdesakan saat mengantre. “Masyarakat bilang jika pelayanan kami sudah bagus, tapi gedung tempat pelayanannya belum,” ujar Djulistya.

Djuslitya kemudian mengajukan kebutuhan rehabilitasi gedung kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kulonprogo. Instansinya pun mendapatkan alokasi dana sebesar Rp199,5 juta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulonprogo 2016.

Anggaran itu akan digunakan untuk mempercantik tampilan muka gedung serta ruang pelayanan. “Muka depan juga akan diganti biar lebih lebar dan nyaman,” ungkap dia.

Djulistya menambahkan, ada beberapa mebel yang bakal diganti untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan masyarakat. Nilai anggarannya mencapai Rp104,55 juta. Daya listrik gedung yang saat ini 33000 VA juga akan ditambah jadi 53000 VA.

Rehabilitasi gedung Dinas Dukcapil Kulonprogo diperkirakan mulai pada Maret mendatang. Djuslitya lalu mengaku telah menyiapkan skenario untuk pengalihan ruang layanan selama masa rehabilitasi.

Kegiatan pelayanan sementara akan dibuka di sisi kanan maupun timur gedung. Ditanya soal alternatif pemindahan kantor sementara seperti yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) beberapa waktu lalu, Djulistya mengaku tidak bisa menerapkan hal serupa.

“Semua data dan layanan kami berbasis teknologi informasi dan internet. Servernya berhubungan dengan tower di depan gedung sehingga harus tetap di sini, tidak bisa pindah,” papar Djulistya.