Perda Keamanan Pangan Disahkan, Warung Tongseng Jamu di Bantul Turun
DKPP Bantul menyebut jumlah warung tongseng daging anjing atau tongseng jamu diduga terus menurun. Namun, data terbaru masih menunggu pendataan ulang di lapanga
Wisatawan sedang bermain air di pantai Parangtritis Bantul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyesuaikan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada 2026. Target tersebut diturunkan cukup signifikan sebagai hasil evaluasi capaian pendapatan yang dinilai belum sejalan dengan target tinggi pada tahun-tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 target PAD pariwisata dipatok sebesar Rp49 miliar, maka pada 2026 angkanya diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp29 miliar. Penyesuaian ini dilakukan agar target lebih realistis dan sesuai dengan kondisi riil perkembangan sektor pariwisata di Bantul.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengatakan target PAD pariwisata selama ini cenderung terlalu tinggi sehingga sulit dicapai. Hal itu tercermin dari realisasi pendapatan yang tidak pernah menyentuh target tahunan.
“Untuk PAD pariwisata Bantul sampai momen libur Natal dan Tahun Baru ini baru sekitar Rp25 miliar. Target tahun depan diturunkan mendekati angka realistis, kemarin disepakati kurang lebih Rp29 miliar,” kata Saryadi, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 hingga akhir tahun realisasi PAD pariwisata diperkirakan hanya berada di kisaran Rp25 miliar, jauh di bawah target Rp49 miliar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Bantul, selama 11 bulan terakhir realisasi PAD pariwisata baru mencapai 49,18 persen atau sekitar Rp24,105 miliar. Dengan capaian tersebut, target tahunan dipastikan tidak tercapai.
Saryadi menambahkan, dalam tiga hingga empat tahun terakhir target PAD pariwisata Bantul selalu ditetapkan pada angka Rp49 miliar. Namun, realisasi pendapatan tidak pernah mampu memenuhi target tersebut.
“Selama tiga sampai empat tahun terakhir target pendapatan pariwisata Bantul selalu tinggi di angka Rp49 miliar, dan realisasi yang diraih selama satu tahun belum pernah tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tertinggi PAD pariwisata yang pernah diraih Bantul hanya berada di kisaran Rp30 miliar. Karena itu, penurunan target pada 2026 dinilai sebagai langkah rasional dan berbasis data.
“Belum pernah ada sejarahnya capaian PAD pariwisata Bantul menembus Rp30 miliar. Karena itu, untuk tahun depan bersama TAPD dan DPRD disepakati target sekitar Rp29 miliar,” katanya.
Meski demikian, target tersebut masih bersifat sementara. Penetapan final PAD pariwisata Bantul 2026 masih menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKPP Bantul menyebut jumlah warung tongseng daging anjing atau tongseng jamu diduga terus menurun. Namun, data terbaru masih menunggu pendataan ulang di lapanga
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny