Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Banjir Sleman terjadi karena tata ruang yang tak proporsional.
Harianjogja.com, SLEMAN- Banjir akibat luapan sungai membayangi permukiman di bantaran sungai. Selain sampah, luapan sungai terjadi akibat terjadinya disfungsi bantaran sungai menjadi bangunan dan lahan permukiman.
Hujan deras yang terjadi pada Minggu (27//2016) petang mengakibatkan setidaknya ada tiga anak sungai di wilayah Sleman meluap. Ketiganya meliputi sungai Bedog, Buntung dan Sengkan. Dari kejadian itu, 15 rumah berdampak banjir. Di Dusun Jongkang RT 2 RW 33 Sariharjo Ngaglik Sleman ada lima rumah terdampak luapan air Sungai Buntung karena tanggul jebol. Sembilan rumah di Dusun Gemawang RT 1 RW 34 dan Dusun Mranggen RT 6 RW 27 Desa Sinduadi Mlati juga terdampak luapan air Bedog.
Akibat luapan air di sungai Sengkan, Joho, Condongcatur, Depok, sebuah tebing sepanjang 15 meter dan tinggi tiga meter ambrol. Akibat kejadian itu, bagian belakang rumah Awig Sujatmiko, 40 di RT 6 RW 59 Sengkan, nyaris roboh.
"Bagian belakang tergerus sekitar empat meter. Itu bagian dapur dan kamar mandi. Saya kawatir bagian bawah bangunan tidak kuat menahan beban," kata Awig, Senin (28/3/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
TNI AU dan BNPB mengevakuasi korban gempa NTT dengan helikopter. TNI AL juga melakukan operasi medis di KRI dr. Soeharso-990.
Malaysia U16 merebut posisi ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania 4-0 di Supersoccer Arena.
Bulog menyiagakan 93.782 ton beras untuk penanganan gempa NTT, termasuk kebutuhan korban, masa tanggap darurat, dan bantuan pangan tiga bulan.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan. Total lahan terbakar mencapai 1.006,67 hektare.