ASURANSI KECELAKAAN : Jalanan Tak Bisa Dihindarkan, Keselamatan Harus Ada Jaminan

Bus rombongan pengantin asal Wonogiri, Jawa Tengah mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan lingkar selatan Pacitan, Sabtu (30/4 - 2016). (polrespacitan.com)
26 Mei 2016 16:14 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Asuransi kecelakaan lalu lintas menjadi keharusan karena jalanan tidak bisa dihindarkan

Harianjogja.com, SLEMAN--Jasa Raharja menggelar dialog publik Dialog Publik Jasa Raharja Budaya Proaktif Guna Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat di Kampus III Universitas Sanata Darma, Paingan, Maguwoharjo, Rabu (25/5/2016). Dialog ini bertujuan agar masyarakat semakin memahami peran Jasa Raharja.

Pejabat Sementara Kepala Cabang Jasa Raharja Jogja Bambang Panular mengatakan, Jasa Raharja memiliki komitmen untuk mengikuti program Pemerintah bahwa negara harus hadir untuk melayani masyarakat.

"Maka sudah sepatutnya, setiap lini layanan kepada masyarakat merupakan perwujudan negara hadir memberikan layanan terbaik dan sesuai dengan harapan masyarakat," kata dia di Kampus III Universitas Sanata Darma, Paingan, Maguwoharjo, Rabu (25/5/2016).

Ia menjelaskan, Jasa Raharja memiliki tugas pokok untuk menyantuni masyarakat yang menjadi korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum baik darat, laut, maupun udara, serta korban kecelakaan lalu lintas jalan. Selain itu, Jasa Raharja menghimpun dana-dana dari masyarakat baik dalam bentuk iuran wajib maupun sumbangan wajib.

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui dialog ini. Pertama, untuk mengoptimalkan peran Jasa Raharja dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan mewujudkan budaya proaktif. Kedua, agar masyarakat lebih mengetahui eksistensi Jasa Raharja sebagai pengelola asuransi sosial di bidang kecelakaan lalu lintas.

Tujuan ketiga yakni sebagai kelanjutan dari kesinambungan sosialisasi seuai program Jasa Raharja. Keempat yakni untuk mendukung program Pemerintah mewujudkan kehadiran negara dalam setiap layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Kelima, dialog ini diharapkan mampu menghasilkan gambara layanan, kritik, saran, dan masukan-masukan positif untuk Jasa Raharja.

Kepala Polda DIY Kombes Pol Abdul Hasyim Ghani mengatakan, sinergi antara Jasa Raharja dan Kepolisin sudah terjalin sejak lama dan tidak dipisahkan. "Kami selalu berusaha memperbaiki pelayanan kepada masyarakat menuju pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan," ujar dia.

Ia menyebutkan, dalam hal penanganan korban kecelakaan tidak bisa ditangani sendiri tetapi harus melibatkan instansi lain seperti Jasa Raharja dan rumah sakit. Oleh karena itu, sinergitas harus dibentuk sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

"Kami mengimbau semua pihak untuk meningkatkan budaya proaktif untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya harap dialog publik ini dapat memberi manfaat untuk masyarakat," ujar dia.

Wakil Rektor III Universitas Sanata Darma Rm Patrisius Mutiara Andalas mengatakan, jalanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Jalan bisa dikatakan rumah ketiga setelah tempat tinggal dan kantor karena waktu yang dialokasikan di jalan semakin banyak. "Oleh karena itu, kita harus mendapatkan jaminan keamanan selama berada di jalanan," kata dia.

Dialog itu diisi empat pembicara yakni Pejabat Sementara Kepala Cabang Jasa Raharja DIY Bambang Panular, Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol M H Ritonga, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi DIY Sigit Haryanto, Pakar Transportasi dari Pustral UGM Wiratno Wahyu Wibowo, dan Ketua Umum Organda DIY Agus Andriyanto.