PENCURIAN ORGAN TUBUH : DPRD Sempat Panggil RSUD, Apa Hasilnya?

Purwantisari, anak korban memperlihatkan foto bagian tubuh ibunya yang hilang dicuri, Kamis (19/5/2016). (Bhekti Suryani/JIBI - Harian Jogja)
28 Mei 2016 10:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pencurian organ tubuh menjadi perharian Forpi.

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul menunggu hasil penyelidikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul terkait kasus hilangnya cuping hidung almarhuman Wakiah, pasien rumah sakit pelat merah tersebut.

Kepala Inspektorat Bambang Purwadi mengatakan sampai saat ini penyelidikan  terkait kasus hilangnya cuping hidung korban Wakiah. masih dilakukan polisi.

"Kami akan tunggu hasil ke depannya seperti apa," kata Bambang Purwadi.

Demikian pula Komisi D DPRD Bantul yang membidangi masalah kesehatan. Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Surya Jatmiko mengatakan, dewan tidak bisa berbuat banyak sebelum menunggu putusan hukum kasus tersebut. Kasus ini sekarang diselidiki Polda DIY.

Dewan sejauh ini telah memanggil otoritas RSUD seputar kasus tersebut. Dewan menekankan masalah standar prosedur rumah sakit yang harus ditaati agar tidak menjadi pihak yang bersalah dalam kasus ini.

"Kami panggil juga karena ada laporan dari Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Semesta yang mendampingi korban," ungkap Enggar Surya Jatmiko.

Korban Wakiyah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter RSUD Panembahan Senopati, Bantul pada 30 Januari lalu. Setelah jasad tiba di rumah duka dari RS, keluarga korban bersama warga kaget mendapati sebagian hidung almarhumah sebelah kiri sudah hilang teriris. Keluarga sempat mempertanyakan dan berdialog dengan RS namun tidak membuahkan hasil.

Pada Maret lalu, keluarga korban akhirnya resmi melaporkan kejadian ini ke Polda DIY. Hingga saat ini, polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku pengambilan bagian anggota tubuh secara ilegal tersebut.Pencurian organ tubuh, pencurian bantul