SBMPTN 2016 : Cegah Joki Beraksi, Berikut Persiapan Panitia

31 Mei 2016 20:55 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

SBMPTN 2016 digelar akhir Mei.

Harianjogja.com, SLEMAN --  Sebanyak 38.854 peserta mengikuti ujian Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Yogyakarta, Selasa (31/5/2016). Pengawasan khusus diterapkan untuk cegah kecurangan.

Ketua SBMPTN Panlok 46 Yogyakarta, Iwan Dwi Prahasto mengatakan Computer Based Testing (CBT) baru pertama kali digelar. Kendati demikian panitia mempersiapkan satu komputer untuk setiap peserta dan pasokan listrik sebesar 200.000 watt. Pemberian soal pun diberikan secara berjenjang untuk menghindari aksi curang peserta.

“Ini memang CBT pertama, setiap peserta akan mendapat  masing-masing satu komputer, soal-soalnya pun berjenjang. Pelaksaan CBT hanya di UGM dan UNY,” katanya, seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima Selasa (31/5/2016)

Untuk mencegah joki dalam pelaksanaan ujian SBMPTN, kata Iwan, pihaknya menyiapkan pengawas yang secara khusus mengawasi  gerak-gerik peserta yang dianggap mencurigakan dan mendeteksi apabila ada alat komunikasi canggih yang digunakan dibawa saat ujian.

“Kita memiliki semacam detektor khusus agar kemungkinan itu tidak terjadi,” katanya.