PEMKAB KULONPROGO : Perizinan Investasi Pembangunan Berbasis Kebudayaan Dipermudah

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 02 Juni 2016 01:20 WIB
PEMKAB KULONPROGO : Perizinan Investasi Pembangunan Berbasis Kebudayaan Dipermudah

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo saat menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi kepala dusun di Gedung Yayasan Dharmais, Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo, Rabu (12/8/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N)

Pemkab Kulonprogo mengembangkan pariwisata dan NYIA

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Investasi di Kulonprogo pada tahun 2015 mencapai nilai Rp1,04triliun. Selain investasi, Kulonprogo juga bersiap mengembangkan potensi pariwisata daerah salah satunya dengan keberadaan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan pengembangan investasi di Kulonprogo tercermin dari kawasan industry Sentolo yang strategis menghubungkan Jogja dengan bandara NYIA di Kecamatan Temon. Terlebih lagi, secara geografis kawasan Kulonprogo jauh dari potensi bencana gunung meletus.

Pemkab Kulonprogo juga telah berkomitmen untuk mempemudah jalur perizinan investasi.

“Kami permudah namun dengan pembangunan berbasis kebudayaan,”jelasnya saat mengisi materi dalam Seminar Nasional Membedah Potensi Investasi dan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang Berwawasan Lingkungan di Gedung Kaca, Wates, Rabu (1/6/2016).

Hal ini sebagai akibat maupun pendukung keberadaan bandara yang rencananya akan dibangun di Kecamatan Temon tersebut. Pengembangan berbasis kebudayaan ini dianggap sesuai dengan potensi wisata Kulonprogo dan ciri khas Jogja yang kental dengan budaya.

Ia mengatakan seminar ini menjadi suatu kesempatan sejumlah orang yang berkompeten bertemu untuk menyatukan visi yang selama ini hanya sebatas wacana. Sebagai konklusi, maka setelah kesempatan ini Pemkab Kulonprogo akan segera merealisasikan hal tersebut. Pariwisata daerah akan ditingkatkan dengan keberadaan Taman Raja Nusantara, pengembangan kawasan wisata daerah utara dan sekitar Borobudur, serta sejumlah objek yang selama ini telah dikelola.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online