Truk Paket Terbakar di Tol Semarang-Solo
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Ilustrasi (Hengky Irawan/Harian Jogja)
Kekerasan warga terjadi di Mantrijeron Jogja
Harianjogja.com, JOGJA – Bentrokan antar dua kelompok massa terjadi di jalan DI Pandjaitan Jogja Selasa (21/6/2016). Satu orang menderita luka di bagian kepala akibat bentrokan itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, bentrokan bermula saat sebuah kelompok ormas usai melakukan kegiatan buka puasa di sekitar jalan DI Pandjaitan, Mantrijeron Jogja.
Saat perjalanan pulang mereka dihadang kelompok massa lainnya. Bentrokan terjadi, beberapa oknum membawa parang dalam kericuhan itu.
Dalam keributan yang terjadi, salah satu anggota ormas terkena luka bacok di kepala. Dia langsung dilarikan ke klinik Gading sebelum dirujuk ke RS PKU Muhamadiyah karena kondisi yang kritis.
Saat berita ini ditulis, kondisi lapangan sudah terkendali. Aparat dari Polsek Mantrijeron sudah bergerak untuk membubarkan massa. Beberapa saksi mata juga sudah memberikan keterangan terkait aksi tersebut sehingga aparat sudah mengantongi ciri-ciri pelaku.
Aksi kekerasan antar ormas di DIY bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya beberapa kali aksi kekerasan yang melibatkan ormas sudah pernah terjadi. 17 April lalu seorang anggota ormas tewas setelah dilempari mercon oleh orang tak dikenal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Prabowo menegaskan kampus harus menjaga kebebasan akademik serta memperkuat riset dan sains demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Gus Salam menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dengan membawa misi rekonsiliasi organisasi menjelang Muktamar NU 2026.
Cara membuat layang-layang tradisional dari bambu dan kertas lengkap dengan bahan, langkah pembuatan, serta tips agar mudah terbang dan stabil.
Brajamusti Kulonprogo melakukan rebranding di usia delapan tahun dengan mengusung semangat suporter PSIM Jogja yang damai, dewasa, dan kondusif.