Bahlil: Skema Bagi Hasil Tambang Batal, Aturan Minerba Tetap Berlaku
Bahlil Lahadalia memastikan skema bagi hasil tambang ala migas batal diterapkan. Pemerintah menegaskan aturan minerba tetap berlaku tanpa perubahan.
User Comments
Pembobolan mobil terjadi di Mal Hartono
Harianjogja.com, SLEMAN -- Jajaran kepolisian sektor Depok Timur tengah menyelidiki kasus pembobolan mobil yang terjadi di Parkir Mobil Mal Hartono, Minggu (4/9/2016).
Kapolsek Depok Timur, AKP Andre Valentino mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan sejumlah petunjuk di antaranya dari rekaman kamera cctv yang ada di dekat tempat kejadian.
"Kami juga sudah memanggil petugas keamanan mal yang bertugas saat kejadian untuk dimintai keterangan. Kasus ini masih dalam pengembangan," kata Andre, Selasa (6/9/2016).
Andre menambahkan dengan berbagai petunjuk dan keterangan dari para saksi semoga membuat pihaknya lebih mudah dalam mengungkap kasus ini. Meski demikian, kata dia, pihaknya mengalami beberapa kesulitan pasalnya rekaman kamera cctv tidak merekam gambar tepat pada lokasi kejadian. Namun begitu timnya akan terus berusaha untuk menyelesaikan kasus ini.
Dengan adanya kejadian tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat bepergian. Termasuk menjaga barang-barang pribadi yang ada di dalam mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bahlil Lahadalia memastikan skema bagi hasil tambang ala migas batal diterapkan. Pemerintah menegaskan aturan minerba tetap berlaku tanpa perubahan.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Standar kerja layak ekonomi platform dari ILO menjadi momentum memperkuat perlindungan ojol, kurir online, dan pekerja digital di Indonesia.
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Pemerintah mempercepat bansos digital setelah ditemukan lebih dari 40% bantuan sosial tidak tepat sasaran. Sistem baru diklaim lebih akurat dan cepat.
Taman Nasional Kutai menjaga enam flora penting Kalimantan, mulai ulin, pasak bumi, meranti hingga anggrek hitam demi kelestarian ekosistem.