Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Desa wisata Kebonagung Sleman menarik minat diplomat asing
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak sebelas diplomat asing peserta program Kementerian Luar Negeri RI mengikuti kegiatan live-in di Desa Wisata Kebonagung, 10-11 September 2016.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program ”The 11th Promotion of Indonesian Language and Culture for Foreign Diplomats” yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Alam Bahasa Yogyakarta.
Dalbiyo, pengurus program dari Desa Wisata Kebonagung mengemukakan, para diplomat tersebut akan mengikuti kegiatan setempat, yakni, berlatih karawitan, pertanian tradisional, sungging wayang, river tubing di Sungai Oya, dan menginap di rumah penduduk.
Kesebelas diplomat tersebut tinggal di Jogja 22 Agustus- 22 September 2016 untuk belajar bahasa Indonesia dan mendapatkan pengalaman budaya. Kegiatan mereka antara lain meliputi kursus bahasa Indonesia di lembaga Alam Bahasa, lokakarya sejarah politik, kunjungan ke tempat-tempat wisata budaya, live-in di desa, kunjungan ke kantor surat kabar, dan talk show di televisi.
Disampaikan manajer Alam Bahasa, Swanny Hartono, dalam kegiatan live-in ini para diplomat berkesempatan berinteraksi dengan penduduk setempat, yang tentunya akan semakin membiasakan mereka berbahasa Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kenduri Jenang Suran di Pringgokusuman kembali digelar sebagai tradisi syukur Tahun Baru Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya Kota Jogja.
Mahasiswa UGM menjalankan KKN di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, dengan program digitalisasi desa, pengembangan wisata, dan olahan sirup mangrove.
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah. BMKG mencatat sudah terjadi 1.374 gempa susulan pascagempa M 6,7.