LONGSOR GUNUNGKIDUL : Hujan Deras Turun, Daerah Zona Rawan Mulai Waspada

Sejumlah warga terlihat bekerja bakti membersihkan material longsoran yang ada di rumah Karsiyo, di Dusun Duren, Beji, Ngawen. Rabu (5/10/2016) (JIBI/Harian Jogja - dok. BPBD Gunungkidul)
06 Oktober 2016 22:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul mulai banyak terjadi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL –  Masyarakat di kawasan zona rawan diminta untuk waspada terhadap potensi longsor. Pasalnya hujan yang turun dengan intensitas tinggi memicu terjadinya musibah tersebut.

Peristiwa longsor teranyar terjadi di Kecamatan Ngawen pada Rabu (5/10/2016) sekitar pukul 03.00 WIB. Tebing setinggi tujuh meter di Dusun Duren, Beji, Ngawen longsor. Akibatnya material longsor sempat mengancam rumah milik Karsiyo dan Sumantri yang berada tak jauh dari di lokasi tersebut.
“Belum sempat kena rumah, namun tanah yang longsor sudah mencapai emperan yang ada di belakang,” kata Karsiyo kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, terjadinya longsor tidak lepas dari hujan deras yang turun sejak Selasa (4/10/2016) sore. Akibatnya tebing yang berada di belakang rumah ambrol sehingga meterialnya nyaris menimpa bangunan rumah.

“Kami merasa beruntung karena longsoran tidak sampai menimbulkan kerusakan yang parah. Apalagi longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, di mana kami masih terlelap tidur,” ujarnya.

Adanya longsor ini, pada pagi hari kemarin, puluhan warga di dusun tersebut langsung berinisiatif melakukan kerja bakti. Kegiatan itu dilakukan untuk membantu keluarga Karsiyo membersihkan material longsor yang ada. “Mendengar kabar itu, kami juga langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengcekan dan pendataan,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Gunungkidul Surisdiyanto.

Menurut dia, selain menerjunkan anggota, pihaknya juga menyerahkan bantuan logistik dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah Gunungkidul. Bantuan itu diberikan, selain untuk mencukupi kebutuhan keluarga korban, juga untuk memenuhi kebutuhan selama kerja bakti berlangsung.

Terpisah, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan, intesitas hujan yang turun secara terus menerus meningkatkan potensi longsor di daerah rawan. Oleh karenanya, ia meminta kepada warga tinggal di zona merah untuk lebih waspada karena musibah bisa datang kapan saja. “Kejadian longsor sudah mulai terlihat. Untuk itu, kami meminta warga untuk berhati-hati,” katanya.

Menurut dia, zona rawan longsor di Gunungkidul tesebar di enam kecamatan, meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Seiring dengan datangnya musim hujan, maka BPBD akan terus menyiagakan seluruh personel untuk memantau situasi kondisi terkini di daerah rawan. “Selain itu kami juga siap untuk memberikan bantuan saat ada kejadian longsor,” ujar Sutaryono.