PILKADES SERENTAK BANTUL : Tak Ada Pengawas, Pilkades Rawan Kecurangan

07 Oktober 2016 19:18 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pilkades serentak di Bantul rawan kecurangan

Harianjogja.com, BANTUL- Data pemilih Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 22 desa di Bantul rawan kecurangan lantaran tidak adanya pengawas layaknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Total pemilih di 22 desa belum jelas.

Pilkades di 22 desa di Bantul bakal dilaksanakan tanpa pengawas yang akan memantau validitas data pemilih, pelanggaran pemilihan dan lainnya. Sekretaris Panitia Pilkades Desa Wukirsari  Dalmuji mengatakan, tidak ada pengawas yang mengawasi kevalidan data pemilih.

Sesuai prosedur, panitia Pilkades hanya menugaskan petugas validasi data pemilih di setiap area pemilihan. Namun setelah itu, tidak ada yang mengawasi atau memonitor apakah data pemilih yang telah dimutakhirkan itu benar-benar valid atau tidak.

Pengawasan kata dia hanya berserah ke masyarakat. “Kalau masyarakatnya aktif mungkin mengawasi, tapi kalau enggak ya sudah. Enggak tahu apakah ada pemilih ganda atau enggak,” papar Dalmuji, Kamis (6/10/2016).

Idealnya kata Dalmuji, data pemilih yang telah dimutakhirkan panitia diumumkan di tempat-tempat strategis.

Alhasil warga bisa mengontrol apabila ada pemilih ganda atau pemilih tak dikenal. Ia berharap, tidak terjadi kecurangan data pemilih meski tanpa pengawas Pilkades. Mengingat lingkup Pilkades lebih kecil dibanding Pilkada.

“Masyarakat harapannya pro aktif mengawasi. Biasanya karena lingkupnya kecil, warga di desa-desa mungkin tahu siapa saja yang enggak berhak menggunakan suara,” ujarnya lagi.

Sejauh ini menurutnya, desa penyelenggara Pilkades telah melaporkan total pemilih di masing-masing wilayah ke Pemkab Bantul. Di Desa Wukirsari, total pemilih yang berhak memberikan suara tercatat sebanyak 12.753 jiwa.