KECELAKAAN LAUT : Selama 3 Hari, Nelayan Ini Terombang-ambing di Laut Selatan

Hamid, nelayan asal Trenggalek, Jawa Timur terombang/ambing di laut selatan DIY selama tiga hari. (Foto istimewa)
12 Oktober 2016 14:55 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Kecelakaan laut dialami seorang nelaya di pantai selatan DIY

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Seorang nelayan asal Trenggalek, Jawa Timur terombang-ambing di laut selatan DIY selama tiga hari, setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam gelombang.

Nelayan asal Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur bernama Hamid, 32 itu diselamatkan nelayan Pantai Sadeng yang menemukannya terombang-ambing di lautan sekitar 100 mil dari Pantai Sadeng Kecamatan Girisubo, Gunungkidul.

Ia ditemukaan pada Selasa (11/10/2016) sekitar pukul 13.00 WIB, dan mendarat di Sadeng pada Rabu (12/10/2016) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB.

Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan mengungkapkan, korban berlayar menggunakan perahu bermesin tempel atau perahu jukung di perairan Pantai Prigi pada Sabtu (8/10/2016) pekan lalu.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, dia dari rumpun [tempat bersarangnya ikan], sekitar delapan mil dari Pantai Prigi, tadinya mau pulang ke darat,” ungkap Sarpan, Rabu (12/10/2016).

Nahas, tiba-tiba perahu yang ditumpanginya dihantam gelombang dari timur sehingga terbalik. Hamid menyelamatkan diri dengan cara mengikatkan tubuhnya ke box tempat ikan dan ditempelkan ke perahu yang tengkurap tersebut. Ia dan perahunya terseret gelombang menuju barat.

Selama tiga hari ia bertahan hidup dengan berpegangan di perahu. Ia dapat bertahan karena masih ada air minum yang tersisa setengah botol. Air minum di botol air mineral ukuran satu setengah liter itu ia bawa dari rumah sebagai bekal melaut.

“Kalau enggak ada sisa air minum itu mungkin tidak bisa bertahan, atau mungkin minum air hujan,” ujarnya lagi.