Anggrek Vanda Tricolor Merapi Langka, Ini Upaya TNGM

Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Endang Semiarti saat menjelaskan ciri-ciri Vanda Tricolor Merapi di Taman Anggrek Titi Orchid di Pakem, beberapa waktu lalu.(Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
14 Oktober 2016 09:55 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Anggrek Vanda Tricolor jumlahnya menurun.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Jumlah spesies anggrek yang tumbuh di wilayah lereng Gunung Merapi semakin menyusut paskaerupsi Merapi 2010. Termasuk anggrek jenis Vanda Tricolor Merapi yang merupakan varietas asli gunung tersebut. Anggrek jenis ini bisa jadi icon DIY.

Kepala Balai Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM),  Edy Sutyarto menyampaikan selain di lereng Selatan Merapi di wilayah Sleman, populasi anggrek disebutnya juga banyak terdapat di wilayah Deles (Magelang) dan Bukit Bibi atau lereng Merapi di wilayah Boyolali.

Balai TNGM terus berupaya mengembalikan populasi anggrek di Merapi. Salah satu langkah yang dilakukan, pada 2015 TNGM melakukan program adopsi Anggrek melibatkan sejumlah pihak.

(Baca Juga :http://www.harianjogja.com/baca/2015/04/12/40-spesies-anggrek-di-gunung-merapi-hilang-593824"> 40 Spesies Anggrek di Gunung Merapi Hilang)

“Kami menanam bunga anggrek di sana. Ada enam spesies yang ditumbuhkan, seperti Vanda tricolor, Eria hyactintoides, Dendrogium mutabile, Eria oblittecyta, Pholidota vertricora, dan Macropodhantis tesmarnii. Dengan model adopsi ini, diharapkan populasi anggrek kembali normal,” jelas Edy, Kamis (13/10/2016)

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Endang Semiarti mengatakan, Vanda Tricolor Merapi menjadi satu jenis dari spesies anggrek tiga warna yang lahir dari Merapi.

“Jenis anggrek ini memiliki ciri paduan warna ungu dengan totol (bintik) kecoklatan di bibir bunga. Ada warna kekuningan di bagian tengah. Vanda Tricolor mengeluarkan aroma wangi yang kentara saat pagi hari,” jelas dosen Fakultas Biologi UGM itu.

Menurutnya, keberadaan Vanda Tricolor Merapi cenderung langka dan jarang dibudidayakan. Padahal, jenis anggrek ini punya potensi yang bagus untuk dikembangkan karena memiliki ciri khas. Dia menjelaskan, karena memiliki keunikan bentuk, harga Vanda Tricolor Merapi sebenarnya bisa mahal.  “Kalau di tangan kolektor harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Anggrek ini kalau bisa dipopulerkan bagus sekali. Bisa jadi ikon untuk DIY, khususnya Sleman," kata dia.

Untuk semakin mengenalkan potensi Vanda Tricolor, pihaknya bersama pengelola Taman Anggrek Titi Orchid di Pakem akan menggelar Festival Vanda Tricolor Var Suarvis, 15-16 Oktober 2016 ini. Festival akan diisi dengan pameran dna bursa anggrek, demo merangkai Vanda Tricolor, dan pelatihan budidaya.