MINIMARKET SLEMAN : Dari 86 Toko Modern Salahi Aturan, 12 Ditutup, Bertambah Lagi?

18 Oktober 2016 11:55 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Minimarket Sleman, Pemkab terus mengontrol keberadaannya.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Satpol PP Sleman segera menutup tujuh toko modern yang melanggar aturan. Upaya persuasif Satpol PP agar pengelola toko modern itu menutup sendiri usahanya tidak diindahkan.

Kepala Satpol PP Sleman Supriyant mengaku sudah menerima surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) Sleman. Surat rekomendasi penutupan itu bahkan sudah ditandatangani akhir September lalu. Hanya saja, pengelola diberi kelonggaran untuk menutup sendiri usahanya.

(Baca Juga :http://www.harianjogja.com/baca/2016/10/18/minimarket-sleman-pendekatan-persuasif-gagal-7-toko-ini-bakal-ditutup-paksa-761496"> MINIMARKET SLEMAN : Pendekatan Persuasif Gagal, 7 Toko Ini Bakal Ditutup Paksa)

"Kalau tidak ada itikad dari pengelola untuk menutup usahanya, baru kami lakukan penyegelan," ujar dia, Senin (17/10/2016)

Hingga Oktober ini, Pemkab Sleman menutup 12 toko modern dari 86 toko modern yang menyalahi aturan. Jumlah tersebut belum termasuk dua toko modern baru yang ditutup paksa oleh Satpol PP. Kedua toko modern yang beroperasi di wilayah Condongcatur dan jalan Kaliurang Km 5, ditutup saat buka dua hingga tiga jam.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Sleman Pustopo mengakui telah memberikan rekomendasi kepada Satpol PP untuk menutup tujuh toko modern. Langkah tersebut dilakukan, katanya, setelah Disperindagkop melakukan tahapan atau proses pembinaan.

"Karena kami sudah melakukan pembinaan tetapi tetap tidak ada perubahan, kami ambil kebijakan untuk menutupnya," kata dia.

Pustopo menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan penegakan Perda. Hanya saja, katanya, penegakan dilakukan secara bertahap dan persuasif. Dalam proses penutupan, Disperindag tetap mengedepankan unsur pembinaan.

"Penutupan toko modern yang bermasalah tetap dilakukan secara bertahap. Yang bisa dibina akan kami bina, begitu juga sebaliknya," kata Pustopo beberapa waktu lalu.