SMK N 1 Dlingo Unggulkan Jurusan Kriya Kayu

Guru jurusan kriya kayu SMK N 1 Dlingo Nugroho Siswantoro menunjukkan beberapa hasil kreasi murid jurusan kriya kayu, Selasa (18/10/2016). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
20 Oktober 2016 00:55 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

SMK N 1 Dlingo mengunggulkan jurusan kriya kayu

Harianjogja.com, BANTUL—Pontensi Kecamatan Dlingo yang sebagian penduduknya merupakan pengrajin mebel membuat SMK N 1 Dlingo menangkap peluang tersebut dengan membuat jurusan kriya kayu. SMK N 1 Dlingo ingin men-Jepara-kan Dlingo dengan mebel kayu sebagai produk unggulan daerah teresebut.

Kepala SMK N 1 Dlingo Suyud mengungkapkan adanya jurusan kriya kayu menjadiakan jurusan yang diandalakan. Pasalnya karena latar belakang masyarakat Dlingo pada umumnya telah memiliki ketrampilan dibidang kerajianan kayu.

Selain itu juga adanya potensi alam Dlingo yang memiliki kayu  berlimpah. “Kalau bisa kami akan men-Jepara-kan Dlingo, menghasilkan produk unggulan mebel kayu,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Selasa (18/10/2016).

Adanya jurursan kriya kayu dia mengatakan agar dapat meningkatkan kesejahteraan dengan cara meningkatkan produk-produk kriya kayu di Dlingo. Dia juga berharap anak-anak memiliki semangat wirausaha. Dengan membangkitkan wiraswasta murid, mereka yang mulanya sudah memiliki kertampilan akan dapat mengolah potensi lokal daerahnya dengan maksimal.

Suyud menambahkan selama ini jurusan kriya kayu sudah berkali-kali meraih penghargaan dalam perlombaan tingkat kabupaten, provinsi, ataupun nasional. Terakhir kata dia pada tahun ini SMK N 1 Dlingo meraih juara dua tingkat nasional dalam perlombaan kreasi kriya kayu di Malang, Jawa Timur.

Bersambung halaman 2


Prestasi ini kata Suyud memang tidak datang begitu saja karena sudah memacam spesialisasi bagi murid SMK N 1 Dlingo. Hal itu lantaran jurusan kriya kayu merupakan cikal bakal berdirinya SMK N 1 Dlingo. Pada tahun 2003 kata dia SMK N 1 Dlingo hanya terdiri dari 15 murid yang semuanya adalah jurusan kriya kayu, karena merupakan jurursan satu-satunya saat itu.

“Awalnya sekolah kami hanya sekelas, tapi dengan bertambahnya minat dan antusiasme masyarakat maka SMK N 1 Dlingo kemudian jurusanya bertambah. Yang dulu cuma satu kelas kemudian bertambah satu kelas dengan jurusan teknik audio video pada tahun 2005, dengan total mencapai 90 murid. Kemudian pada tahun 2011 bertambah lagi jurusanya yaitu tenik busana butik. Hingga sekarang murid kami sudah mencapai 400,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK N 1 Dlingo, Agus Tri Rahayu mengaku bangga dapat bersekolah di SMK N 1 Dlingo. Pasalnya dalam jurusan kriya kayu sebagaimana dia juga masuk di dalam jurusan tersebut menjadi kebanggaan karena beberapa kali menyabet kejuaraan tingkat daerah dan nasional.

Dia berharap dengan usia SMK N 1 Dlingo yang sudah mencapai 13 tahun ini supaya dapat meraih prestasi lebih tinggi lagi sehingga menjadikan SMK N 1 Dlingo sekolah favorit di Bantul.

Dia juga berharap 20 tahun lagi SMK N 1 Dlingo menjadi sekolah yang di favoritkan, dan menjadi daya tarik bagi siswa luar daerah untuk sekolah di SMK N 1 Dlingo. “Kalau sekarang sudah ada siswa yang berasal dari luar daerah, dari Sleman sekolah di sini,” ujar siswa yang duduk di bangku kelas XII ini.