BANDARA KULONPROGO : Apa Saja Pekerjaan yang dapat Diakses Warga Terdampak?

Sejumlah warga perwakilan dari 5 desa terdampak pembangunan bandara Temon mengikuti pelatihan kewirausahaan yang digelar oleh PT Angkasa Pura 1 di Balai Desa Palihan, Temon, Senin (14/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
15 November 2016 10:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, warga terdampak perlu mempersiapkan diri untuk alih profesi

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Warga terdampak pembangunan Bandara Temon masih bingung dengan peralihan profesi yang harus dilakukan paska-kehilangan lahan pertanian. Hal tersebut disampaikan dalam pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan di Balai Desa Palihan, Temon pada Senin (14/11/2016).

General Manager Bandara Adi Sutjipto PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama menjelaskan pelatihan ini diharapkan bisa memberi motivasi bagi warga terdampak untuk mengelola dananya secara produktif. Selain itu, dengan pengetahuan yang baru, warga juga diharap bisa meningkatkan kualitas diri untuk memperkuat daya saing usahanya baik dalam segi manajemen, produk, hingga pemasarannya.

“Apalagi saat ini persaingan usaha semakin ketat,”ungkap Agus. Ia menyebutkan sejumlah peluang usaha yang bisa dilakukan warga dengan adanya bandara antara lain kuliner, loundry dan sejumlah jasa lainnya.

Pimpinan Cabang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Yogyakarta, Puji Rianto yang mengisi materi, mengatakan warga terdampak bandara harus ikut berperan aktif dalam perubahan dan perkembangan yang terjadi dengan adanya bandara. Warga bisa memanfaatkan dana ganti rugi sebagai modal untuk memulai usahanya.

“Usaha apa saja bisa, bukan hanya pengolahan makanan saja,”ujarnya.

Bahkan, PT PNM juga bisa bersedia memberikan peminjaman modal lunak kepada warga terdampak yang kekurangan modal dalam memulai usahanya. Selain itu, akan dilakukan pula pendampingan berwirausaha dari nol oleh pihak PT PNM kepada warga terdampak.