Satpol PP Gunungkidul Jangan Hanya Urusi Masalah Asusila

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merazia penyakit masyarakat di bantaran sungai Brantas, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (13/2 - 2016) malam. Valentine’s Day yang merupakan peringatan Kasih Sayang Santo Valentinus oleh sebagian remaja Indonesia memang disempitkan maknanya sebagai hari pelampiasan nafsu berahi. Itulah pasalnya Satpol PP menyongsong Valentine’s Day dengan menggelar razia bantaran sungai, warung remang/remang, dan lahan permakaman Tionghoa. Hasilnya, aparat mengamankan sedikitnya tuj
26 November 2016 22:21 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Satpol PP Gunungkidul dikritik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Fraksi PAN DPRD Gunungkidul menyoroti kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dianggap tidak menyeluruh.

Ketua Fraksi PAN Heri Kriswanto dalam dokumen Pandangan Umum Fraksi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 mengatakan, Satpol PP diminta tidak hanya mengurusi penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang menyangkut masalah asusila. Seperti razia di tempat hiburan dan hotel.

Satpol PP diminta juga aktif menjalankan penegakan Perda yang terkait masalah pertambangan, operasi identitas penduduk, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan lainnya.

“Kepada Satpol PP agar meningkatkan operasi penegakan Perda secara menyeluruh,” kata Heri Kriswanto, Kamis (24/11/2016).

Menurut Heri, Satpol PP berperan mewujudkan pemerintahan yang kuat dan berwibawa lewat fungsinya menegakkan Peraturan Daerah. Karenanya kata dia perlu ada peningkatan kualitas dan jumlah personil Satpol PP. Selain menyoroti masalah kinerja, Fraksi PAN juga mempertanyakan kejelasan penambahan anggaran senilai Rp5,7 miliar yang digunakan untuk kegiatan razia Satpol PP pada 2017.