BANJIR KULONPROGO : Sudah Belajar untuk UAS, Konsentrasi Siswa SMKN 1 Temon pun Buyar

Akibat hujan deras, SMK N 1 Temon direndam banjir setinggi 30 cm, Rabu (30/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
30 November 2016 15:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Banjir Kulonprogo terjadi di SMKN 1 Temon

Harianjogja.com, KULONPROGO-Hujan deras sejak sore sebelumnya menyebabkan banjir setinggi 50 centimeter merendam gedung SMK Negeri 1 Temon, Kulonprogo pada Rabu (30/11/2016).

Baca juga : http://harianjogja.com/?p=772936" target="_blank">BANJIR KULONPROGO : SMKN 1 Temon Terendam Banjir, Siswa Dipulangkan, UAS Ditunda

Murid-murid juga terpaksa harus menunda Ujian Akhir Sekolah (UAS) akibat banjir ini untuk kedua kalinya.

Sejumlah murid bersama guru kemudian dikerahkan untuk membersihkan ruang kelas. Didatangkan pula alat diesel untuk menyedot air yang menggenangi. Banjir kali ini menjadi kali kedua yang melanda sekolah yang awam disebut SMK Kelautan ini dalam pekan yang sama.

Sebelumnya, air setinggi 30 cm sempat menggenai sekolah ini pada Kamis (24/11/2016) lalu. Sama seperti kemarin, banjir pekan lalu juga menghentikan jadwal UAS yang harusnya digelar. Jadwal pelaksanaan ujian kemudian dimundurkan sehari.

SMK N 1 Temon menjadi sekolah yang rutin terendam banjir setiap kali hujan deras berkepanjangan. Banjir dipastikan akan merendam jika hujan terjadi di daerah utara Kulonprogo.

Sejumlah ruang sebenarnya sudah ditinggikan pondasinya beberapa waktu lalu guna menghindari banjir. Namun, ternyata hal itu sia-sia karena seluruh area sekolah tetap terendam.

Muhammad Bagas Ardiansyah, siswa SMK N 1 Temon mengatakan banjir sangat menggangu kegiatan sekolahnya. Terlebih lagi, saat ini merupakan masa ujian sehingga konsentrasinya dan teman-temannya buyar.

“Apalagi kita sudah belajar untuk ujian malah sia-sia karena tidak bisa bersekolah, padahal sekolah lain bisa belajar dengan enak,” keluhnya.

Ia dan teman-temannya berharap banjir tidak akan melanda sekolannya lagi dan segera ada solusi.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kulonprogo, Hendritati Widayati menerangkan jika sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah menengah atas dengan potensi banjir di Kulonprogo.

“Potensial karena lokasinya yang dekat muara dan dikelilingi sawah,” jelasnya saat meninjau lokasi.

Menanggapi bencana rutin ini, ia mengatakan secara jangka panjang akan dilakukan peningkatan pondasi agar lebih tinggi secara bertahap. Hendritati mengatakan biayanya yang cukup besar membuat renovasi ini tak mungkin bisa dilakukan sekaligus.