Gunungkidul Buka Pendaftaran Pelatihan untuk Tenaga Kerja

Ilustrasi kegiatan pelatihan kerja (JIBI/JIBI - Solopos)
06 Desember 2016 12:55 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Gunungkidul membuka pelatihan untuk tenaga kerja

 
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sebanyak 800 pencari kerja di Gunungkidul berlatih berbagai keterampilan untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Kegiatan tersebut sebagai upaya mengurangi pengangguran hingga kemiskinan di wilayah ini.

Ratusan para pencari kerja tersebut diikutkan dalam berbagai pelatihan keterampilan seperti menjahit, pelatihan keterampilan di bidang Informasi Teknologi (IT), las besi, listrik, otomotif, pengolahan hasil pertanian dan lainnya. Mereka mengikuti pelatihan selama 30 hari.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha mengatakan, pelatihan itu terbuka bagi para pencari kerja di Gunungkidul. “Kami membuka pendaftaran, lalau ada yang mendaftar dan kami lakukan seleksi dan terpilih 800 orang,” terang Dwi Warna Widi Nugraha, Senin (5/12/2016).

Pelatihan tersebut menurutnya sengaja digelar pemerintah untuk memfasilitasi para pencari kerja di Gunungkidul. Harapannya mereka mudah terserap dalam dunia kerja. Bila para pencari kerja mendapatkan pekerjaan, maka kondisi perekonomian warga akan meningkat.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Gunungkidul. BLK menyiapkan 50 paket pelatihan yang diikuti 800 peserta tersebut. Pembukaan pelatihan digelar Senin (5/12/2016) di Desa Kepek, Wonosari.

Penyelenggara Teknis UPT BLK Dinsosnakertrans Zakari mengatakan, setiap paket pelatihan diikuti oleh 16 peserta mulai dari usia 17 hingga 45 tahun. Ia berharap, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi para pencari kerja menghadapi pasar bebas. “Apalaagi sekarang kita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean [MEA], pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi peserta,” kata Zakari.

Ditambahkannya, pelatihan itu dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul. Setelah pelatihan selesai, para peserta ditargetkan dapat melamar pekerjaan sesuai kompetensinya maupun membuka usaha secara mandiri. Pemerintah akan memberikan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta.