6 Desa di Gunungkidul Deklarasikan Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dua peserta membukukan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap aksi kekerasan anak dan perempuan yang diselenggarakan Pemkab Gunungkidul, Kamis (8/12/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
08 Desember 2016 20:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

6 Desa di Gunungkidul sudah mendeklarasikan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Deklarasi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gunungkidul akan terus digalakkan. Diharapkan dengan upaya ini maka kekerasan yang ada dapat ditekan. Hingga sekarang, sudah ada enam desa yang melakukan deklarasi ini.

Data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul, hingga akhir November angka kekerasan yang terdata mencapai 67 kasus. Jumlah ini mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan jumlah yang ada di tahun lalu sebanyak 44 kasus.

Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indoneaia (PKBI) Gunungkidul Tri Wahyu Ariningsih, menyadari adanya tren peningkatan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Upaya penekanan pun terus dilakukan, khususnya yang menyangkut masalah anak. Hingga sekarang sudah dilakukan deklarasi di enam desa dan melibatkan 12 sekolah di wilayah tersebut.

“Kami sangat berharap dengan upaya ini maka angka kekerasan bisa ditekan,” katanya di sela-sela kegiatan Deklarasi Anti Kekerasan yang dilakukan di Ruang Rapat V, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (8/12/2016).

Dia menjelaskan, enam desa yang telah melakukan deklarasi di antaranya Girijati, Giritirto, Giriasih (Purwosari) Wunung, Pulutan, dan siraman (Wonosari).  Dalam deklarasi ini tidak hanya dilakukan secara pernyataan sikap, namun juga dibarengi dengan upaya penyadaran akan pentingnya anak-anak mengenyam pendidikan.

Selain penekanan terhadap deklarasi ini, Tri Wahyu mengaku akan terus melakukan pendampingan dengan harapan angka-angka tersebut bisa ditekan.

“Memang dari sisi kasus di tingkat kabupaten jumlahnya terus meningkat. Namun kami akan terus berusaha melakukan berbagai upaya agar kasus kekerasan dapat diturunkan dan saat ini kondisinya sudah berjalan di arah yang benar,” katanya.