KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi kekerasan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Kekerasan Sleman terjadi antar tetangga.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Berselisih paham saat menonton pentas Jathilan, Agus Gigih Setiawan alias Kentus 25, warga Sinduharjo, Ngaglik, nekat membacok tetangganya sendiri Suwandi, 37.
Kejadian bermula awal Desember lalu karena permasalahan pribadi. Keduanya memiliki masalah yang belum selesai, puncaknya mereka berdua sampai kembali berkelahi saat pentas jathilan berlangsung.
Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi mengatakan, saat mereka berkelahi dilerai oleh warga. Namun karena masih dendam, pelaku kembali melakukan penganiayaan pada sore harinya.
"Saat dilerai mereka kemudian pulang, masih emosi pelaku kemudian menganiaya korban setelah sebelumnya mengintai dari jalan dekat rumah korban," katanya, Minggu (18/12/2016).
Dikatakan Danang, pelaku kemudian menghadang korban di jalan dekat rumah korban tepatnya di sebelah selatan Kampung Banteng. Saat melihat korban datang mengendarai sepeda motor, pelaku pulang dan mengambil senjata tajam clurit yang akan digunakan untuk menganiaya korban.
Tidak berlama-lama pelaku yang sudah gelap mata kemudian datang kerumah korban dengan membawa sebuah clurit. Korban yang mengetahui kehadiran pelaku dengan membawa senjata tajam kemudian mencoba melarikan diri, namun nahas saat berlari pelaku berhasil mengejar dan langsung menyabitkan senjata itu ke punggung bagian bawah korban.
Korban yang sudah bersimbah darah kemudian terjatuh. Mengetahui korban sudah terluka pelaku lantas melarikan diri aebelum aksinya diketahui oleh warga.
"Motifnya masih didalami, sepertinya masalah pribadi," kata Kapolsek.
Akibat penganiayaan tersebut, punggung Suwandi harus menerima delapan jahitan. karena clurit tersebut merobek badan Suwandi hingga selebar delapan centimeter.
Usai mendapatkan laporan dari korban, petugas kemudian langaung melakukan pencarian terhadap pelaku. Namun pelaku yang diduga takut langsung melarikan diri keluar kota.
Selang dua minggu, berbekal dari keterangan saksi dan hasil penyelidikan petugasakhirnya dapat mengamankan pelaku saat berada di rumah. "Saat pulang dia langsung diamankan, pelaku tidak berkutik saat petugas melakukan penangkapan,"tegasnya.
Kini bersama sebilah senjata clurit pelaku sudah diamankan oleh petugas di Mapolsek Ngaglik. Pelaku harus menekam di tahanan Mapolsek Ngaglik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah melakukan penganiayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.