Sri Sultan Dorong Jamsostek Menjangkau Pedagang Kecil dan Pekerja Informal di DIY
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Kegiatan sosialisasi Peningkatan Kepatuhan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Rumah Makan Pring Sewu, Kamis (8/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
BPJS Ketenagakerjaan, layanan kecelakaan kerja diperluas.
Harianjogja.com, SLEMAN- Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, dapat langsung ditangani oleh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Langkah tersebut dilakukan sebagai pertolongan pertama agar penanganan kecelakaan kerja dapat segera dilakuka
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan DIY Moch. Triyono mengatakan, kebijakan tersebut untuk memperluas pelayanan kesehatan bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja.
“Jika terjadi kecelakaan kerja, Puskesmas bisa langsung melayaninya. Kami bekerjasama dengan 25 Puskesmas di Sleman, ini yang kedua setelah Bantul di 18 Puskesmas,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (19/12/2016)
Menurutnya, penanangan kecelakaan di Puskesmas tidak ada perbedaan dengan di rumah sakit. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja mendapat perawatan kelas satu tanpa dibatasi biaya. Jika Puskesmas tidak bisa menangani dan membutuhkan penanganan lanjutan, lanjut Tri, pekerja bisa dirujuk ke rumah sakit.
“Fungsi penanganan kecelakaan kerja di Puskesmas adalah pertolongan pertama. Kalau tidak mampu, Puskesmas bisa merujuk ke rumah sakit,” tandasnya.
Tri menjelaskan, kebijakan tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kewenangan tersebut, katanya, tidak akan tumpang tindih dengan BPJS Kesehatan.
“Kami akan selalu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait benafit yang diberikan. Kalau memang kecelakaan kerja, kami yang menangani. Demikian sebaliknya. Semua berjalan sesuai standar operasional prosedur,” tukasnya,
Hingga kini, lanjut Tri, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DIY mencapai 202.000 peserta aktif dari 5.500 perusahan. Jumlah tersebut, termasuk peserta informal di mana jumlanya mencapai 16.000 peserta. Pihaknya akan terus meningkatkan kepesertaan demi melindungi pekerja dan masyarakat dari potensi kecelakaan kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, seluruh Puskemas di Sleman saat ini sudah terakreditasi. Hal itu menunjukkan jika Dinkes siap bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menangani pasien BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja dapat ditangani di Puskesmas. Apalagi dari 25 Puskesmas yang ada, lima di antaranya yakni Puskesmas Kalasan, Ngemplak 1, Sleman, Mlati 2 dan Minggir melayani rawat inap, ibu hamil dan melahirkan.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Mafilinda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Bulog Banyumas menyalurkan 31.904,3 ton beras SPHP sepanjang 2026. Stok beras di gudang mencapai 61.000 ton untuk menjaga stabilitas harga.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Kapolri mengungkap laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Pidie, Aceh, diduga dikendalikan ahli kimia dari jaringan internasional. Sebanyak 11 orang ditangkap.
BPS melakukan ubinan palawija di Sleman untuk mengukur produktivitas jagung, kacang-kacangan, dan ubi jalar sebagai dasar penghitungan estimasi produksi pertani
Disdikpora Kulonprogo mendorong wajib belajar prasekolah satu tahun sebelum SD, dengan fokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas PAUD.