Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Sejumlah siswa SMK Gedangsari, Gunungkidul memperagakan penggunaan busana batik dalam Baron Festival yang digelar di Baron Techno park, Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (21/12/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul mendapatkan dukungan dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Baron Festival pertama kali digelar di kawasan Baron Technopark di Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (21/12/2016). Lewat festival ini, pengetahuan tentang energi terbarukan disebarluaskan ke ratusan siswa SMA dan SMK se-Gunungkidul.
Event akbar Baron Festival berlangsung selama dua hari pada Rabu dan Kamis (22/12/2016). Diselenggarakan oleh Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melaui Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE).
Ratusan siswa SMA dan SMK di seluruh Gunungkidul ikut serta dalam kegiatan ini. Baik melalui berbagai pameran teknologi hingga ikut serta dalam pelatihan memanfaatkan energi terbarukan.
Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT Hammam Riza mengatakan, Baron Festival sebagai wadah untuk mengenalkan kepada generasi muda tentang energi terbarukan. Sebab di Kawasan Baron Technopark terdapat beragam sumber energi terbarukan.
“Di sini ada eneri listrik dari panas matahari, dari angin serta dari tenaga diesel biofuel,” kata Hammam Riza, Rabu.
Selama ini kata dia kawasan Baron Technopark menjadi semacam laboratorium bagi siapapun yang ingin belajar dan menerapkan energi terbarukan.
Hingga akhir 2016, tercatat lebih dari 4.000 pengunjung yan didominasi kalangan siswa sekolah belajar energi terbarukan di Baron Technopark. “Di sini juga ada pusat informasi multimedia bagi pengunjung yang ingin belajar,” papar dia.
Ditambahkan Hammam, target kegiatan diseminasi energi terbarukan kepada anak-anak muda adalah supaya penggunaan listrik ramah lingkungan dapat diwujudkan ke depannya. Pemerintah kata dia memiliki target, pada 2025 pemanfaatan energi terbarukan ramah lingkungan untuk kebutuhan listrik nasional mencapai hingga 23%. “Saat ini baru 5%. Harapannya ke depan bisa sampai 23%,” lanjutnya.
Kawasan Baron Technopark yang berada di sebelah barat Pantai Baron memiliki area seluas sembilan hektare. Sejumlah fasilitas teknologi di bidang energi terbarukan terpasang di area ini. Antara lain 36 kWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 4 unit Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) masing-masing 1 kW, 4 kW,5 kW dan 10 kW.
Selain itu terpasang 25 kW pembangkit listrik tenaga diesel biofuel. Ada pula fasilitas pengolahan minyak nabati dan biodiesel berkapasitas 500 kg/batch, pembuat es dan cold storage. Para pengunjung juga akan dimanjakan dengan keindahan laut pantai selatan serta berbagai fasilitas seperti jam matahari.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengapresiasi adanya Baron Festival. Acara semacam ini diharapkan dapat mendorong upaya pemerintah dan masyarakat memperbanyak penggunaan energi terbarukan. “Keberadaan Baron Technopark merupakan salah satu upaya kerjasama strategis dalam mewujudkan teknologi konversi energi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di Gunungkidul,” jelas Immawan Wahyudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.