PMII Desak Polda Jateng Bertanggung Jawab Atas Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Warga dan wisatawan menggunakan jasa jasa mobil odong-odong untuk berkeliling kawasan wisata ALun-alun Kidul, Yogyakarta, Kamis (29/01/2015). Usaha ini berawal dari modifikasi sepeda tandem dan berkembang saat ini dengan model mobil vw kodok.
Tahun baru 2017 setiap masukan diterima untuk dievaluasi.
Harianjogja.com, JOGJA -- Keluhan wisatawan di sosial media menjadi perhatian pemerintah DIY. Berbagai cuitan tersebut menjadi bahan evaluasi agar ke depan persoalan tersebut tidak lagi kembali terulang.
Kasubag Program Dinas Pariwisata DIY Don Charles menambahkan tarif odong-odong di Alun-Alun Selatan ata Alun-Alun Kidul (Alkid) yang dikeluhkan wisatawan menjadi evaluasi penting Pemda DIY. Jo, demikian dia biasa disapa, untuk mengantisipasi hal ini agar tidak kembali terulang memang diperlukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Jogja. Di antaranya dengan mengumpulkan para pelaku wisata dan membericarakan persoalan tarif agar tidak lagi memberatkan wisatawan.
"Pelaku wisata dikumpulkan lalu dibicarakan soal harga. Jangan sampai ada pelaku wisata yang nuthuk, supaya ada kesepakatan harga bersama, juga soal parkir," ungkap Jo, Selasa (3/1/2017)
Jo mengatakan sebagian besar wisatawan yang datang ke Jogja merupakan wisatawan yang sudah sering datang berkunjung. Karena bagi mereka Jogja merupakan kota yang nyaman dan selalu dirindukan, sehingga selalu banyak wisatawan yang kembali datang sekadar melepas rindu dengan kota ini.
Lebih lanjut dia menambahkan, cuitan dan keluhan wisatawan di sosial media, kata Jo, menjadi perhatian bagi Pemda DIY. Salah satu yang menonjol adalah mahalnya tarif permainan seperti odong-odong.
"Karena biasanya mereka [wisatawan] hanya membayar Rp30.000 saja, kali ini harus membayar hingga Rp150.000. Pasti dengan harga semahal ini akan membuat pengunjung kapok datang ke Jogja. Tahun ini, banyak sekali keluhan yang masuk, paling mencolok dibandingkan tahun sebelumnya, karena kini keluhan mereka bisa langsung diposting ke media sosial dan menjadi viral," imbuh Jo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Enam wakil Indonesia berlaga di babak 16 besar Korea Open 2026, Kamis (5/11). Simak jadwal, lawan, dan perkiraan waktu pertandingan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mendorong sekolah membangun kebiasaan membaca minimal 15 menit setiap hari
AMI Awards 2026 digelar di Jakarta pada 4 November. Tulus dan Idgitaf mendominasi sejumlah kategori. Simak daftar lengkap pemenangnya.
Google akan menonaktifkan akses Gemini dan Search secara bawaan untuk akun siswa K-12. Admin sekolah harus mengaktifkannya sesuai kebutuhan.
Liverpool kalah 2-3 dari Fenerbahce di Liga Champions. Sempat dua kali unggul, The Reds akhirnya takluk setelah kebobolan tiga gol.