KECELAKAAN GUNUNGKIDUL : Niat Wisata Berbuah Petaka

Mobil Isuzu Elf yang ditumpangi wisatawan asal Kabupaten Kudus Jawa Tengah ringsek setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Wonosari-Ponjong, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong. Minggu (2/3/2017) (JIBI/Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
03 April 2017 12:20 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Kecelakaan Gunungkidul terjadi pada mobil wisatawan

 

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Niat berwisata ke Pantai Indrayanti oleh 21 penumpang mini bus asal Kabupaten Kudus Jawa Tengah telah berubah bencana. Belum sampai di lokasi plresir, mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut.

Pada Minggu (2/4/2017) sekitar pukul 05.20 WIB, sejumlah orang bergelimpangan di jalan. Sebagain dari mereka berdarah-darah lantaran mengalami luka cukup serius. Mereka yang dewasa tak sanggup berteriak ataupun mengerang kesakitan. Sementara beberapa balita menangis di tengah kejadian itu.

Andi Wicaksana, warga Dusun Asemlulang, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, kaget saat mendengar bunyi seperti benda yang diseret dan diakhiri suara seperti petasan. Saat itu dia berada sekitar 100 meter dari sumber suara sehingga mendengar jelas suara tersebut.

Bersama warga lainnya, dia lantas mendatangi sumber suara yang berada di Jalan Wonosari-Ponjong, tempatnya di tanjakan yang dinamai warga sekitar sebagai tanjakan Pok Cucak, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong. Sesampainya di sumber suara, dia menemukan sebuah mobil Isuzu Elf sudah terbailik menutup sebagian badan jalan.

“Penumpang yang ada di dalam mobil langsung dievakuasi oleh warga sebelum polisi datang. Ada yang kondisinya masih terjepit dan itu akhirnya yang menjadi salah satu korban meninggal,” kata Andi, Kepada Harianjogja.com, Minggu (2/4/2017).

Andi yang datang tepat setelah kejadian itu sempat merekam detik-dekit dimana sejumlah warga melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban. Dia melihat sendiri bagaimana kondisi para korban yang berdarah-darah dan bergelimpangan di pinggir jalan.

Video amatir itu dia tunjukkan, dan benar saja suasana mencekam yang dia abadikan kedalam video berdurasi 59 detik itu benar-benar memilukan. Kepanikan warga yang hendak menolong dan korban yang tergelatak tak berdaya tergambar jelas.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Gunungkidul, AKP Samiyono menyebut ada 21 penumpang yang terdiri dari dewasa dan balita berada di mobil naas tersebut. “Empat diantaranya meninggal, terdiri dari satu balita dan tiga dewasa,” kata dia, saat dihubungi beberapa saat usai kecelakaan.

Peristiwa maut  itu berawal saat mobil yang mengakut rombongan wisatawan asal Kudus itu hendak berlibur ke Pantai Indrayanti. Namun lantaran sopir tidak mengusai medan, rombongan kesasar hingga Desa Sidorejo yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Pantai Indrayanti. “Kemungkinan sopir tidak mengusai medan, saat akan berbalik arah mobilnya terguling dan akhirnya menabrak pohon,” jelasnya.

Selain sopir tidak mengusai medan, pada saat kejadian daerah sekitar lokasi kecelakaan terdapat kabut yang cukup tebal, sehingga membuat pandangan pengendara menjadi terganggu. Bukan itu saja menurut Samiyono, kendaraan yang ditumpangi oleh wisatawan tersebut melebihi kapasistas. Yang harusnya hanya untuk sekitar 16 penumpang, namun dijejali 21 penumpang.

Kapolsek Ponjong, Kompol Saman menambahakan, saat pihaknya melakukan evakuasi, diketahui terdapat dua korban yang meninggal di tempat. Namun setelah dibawa ke rumah sakit korban meninggal bertambah sehingga menjadi empat orang.

Adapun korban meninggal adalah Aqila Nuri, 1;Muhamad Ahsin,22;Khairul Amar,29;Abdul Khafid,22,. Seluruh korban  merupakan warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sementara korban selamat saat ini masih di rawat di RSUD Wonosari dan RS Pelita Husada, Kecamatan Semanu.

Menurut Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari, Aris Suryanto mengatakan, pihak rumah sakit merima sembilan pasien koban kecelakaan tersebut pada Minggu (2/4/2017) pagi. Namun tiga pasien diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia. “Tiga sudah meninggal dunia sementara enam lainnya masih kami rawat,” kata dia.

Jenazah ketiga korban meninggal tersebut kata dia masih berada di kamar jenazah untuk menunggu diambil oleh keluarga korban, yang kata Aris sudah dihubungi sebelumnya. Sementar itu satu koban meninggal yang berada di RS Pelita Husada akan juga akan dibawa ke RSUD Wonosari, lantaran RS Pelita Husada tak memiliki kamar jenazah.

Lanjutnya lagi, dari  enam korban lainnya yang masih dirawat intensif RSUD Wonosari, sebagian kondisinya cukup parah. Aris tidak dapat memastikan kondisi enam korban lainya, namun kemungkinan jika kondisinya terus memburuk akan segera dirujuk ke RS yang ada di Jogja.

“Tadi ada korban yang kondisinya kritis dan kemungkinan nanti akan kami rujuk ke Jogja entah ke RSPAU Harjolukito atau RSUP Dr Sardjito,” kata dia.