KRIMINAL KULONPROGO : Koperasi Simpan Pinjam Kemalingan Laptop

Petugas Inafis Polres Kulonprogo melakukan olah tempat kejadian perkara di sebuah koperasi simpan pinjam yang menjadi sasaran aksi pencurian di Jalan Jogja-Wates kilometer 18, Dusun Klebakan, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Senin (10/4/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
10 April 2017 12:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Kriminal Kulonprogo terjadi berupa pencurian di sebuah koperasi simpan pinjam

Harianjogja.com, KULONPROGO-Aksi pencurian terjadi di sebuah koperasi simpan pinjam yang terletak di Jalan Jogja-Wates kilometer 18, Dusun Klebakan, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Senin (10/4/2017).

Pelaku merusak gembok pada pintu berlapis bagian depan koperasi dan membawa pergi satu unit laptop senilai Rp2,5 juta.

Kejadian itu diketahui pertama kali pada sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang karyawan bernama Hari mendapatkan informasi dari warga sekitar yang curiga karena pintu koperasi terlihat sudah terbuka.

Kondisi itu dianggap tidak biasa mengingat jam kerja mereka baru dimulai pukul 08.00 WIB. Hari pun segera datang untuk mengecek lokasi. “Pak Hari lalu mengabari saya. Setelah tahu ada laptop yang hilang, saya langsung lapor polisi,” kata Sugeng Haryanto, karyawan koperasi lainnya.

Sugeng mengungkapkan, nilai laptop yang hilang barangkali tidak seberapa. Namun, laptop tersebut berisi data-data semua nasabah koperasi. Sebagian diantaranya belum memiliki data backup sehingga bakal menghambat layanan transaksi bagi para nasabah.

Menurut Sugeng, sistem pengamanan yang diterapkan koperasi sudah relatif baik. Mereka juga belum pernah kemalingan sebelumnya. Meski tidak ada penjaga malam, mereka mempunyai pintu berlapis, yaitu pintu masuk utama dan rolling door di depannya. Masing-masing pintu dilengkapi kunci gembok. “Tapi daerah sini memang cenderung rawan pencurian,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Ps Kanit Reskrim Polsek Sentolo, Iptu Nara Cita menyatakan petugas melakukan olah tempat kejadian perkara begitu mendapatkan laporan dari korban.

Namun, dia mengaku masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku. Dia pun belum dapat menyimpulkan apakah ada keterlibatan orang dalam atau tidak.

Nara lalu memaparkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui cukup rapi saat beraksi. Pelaku tidak merusak pintu berlapis secara paksa, melainkan hanya kunci gemboknya.

“Ada dua gembok dari pihak koperasi yang dirusak dan hilang. Kerugiannya berupa satu unit laptop senilai Rp2,5 juta,” ungkap dia.