PLN Akhiri 9 Lelang Proyek SUTET dan Gardu Induk

09 Mei 2017 15:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

PLN akhirnya melakukan penandatangan proyek GITET.

Harianjogja.com, JOGJA -- PT PLN (Persero) Jawa Bagian Tengah (JBT) II baru saja melakukan penandatangan proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Mandirancan Extension di Kantor PLN Unit Induk Pembangunan JBT II Jl. Margo Utomo No.16 Jogja, Senin (8/5/2017). Penandatangan ini menutup sembilan paket pembangunan jaringan Saluran Udara tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan Gardu Induk yang telah berhasil dilelangkan.

Kontrak pembangunan beberapa jaringan SUTET maupun Gardu Induk meliputi, SUTET 500 kV Tx (Ungaran-Pedan) Batang, SUTET 500 kV Batang-Mandirancan Seksi 1, SUTET 500 kV Batang-Mandirancan Seksi 2, SUTET 500 kV Mandirancan-Indramayu, SUTET 500 kV Indramayu-Cibatu Baru, GITET 500 kV Batang Extension, GITET 500 kV Indramayu, dan GITET 500 kV Cibatu Baru Extension.

Pembangunan beberapa proyek tersebut merupakan bagian dari proyek perwujudan pembangkit listrik proyek 35.000 Megawatt (MW).

Direktur Bisnis PLN JBT II Nasri Sebayang mengatakan, proyek 35.000 MW tersebar di seluruh Indonesia. Pulau Jawa sendiri mendapat jatah 21.000 MW sedangkan secara khusus PLN JBT II mendapat jatah 13.000 MW.

“Kita [PLN JBT II] paling besar,” katanya saat penandatanganan, kemarin.

Proyek GITET 500 kV Mandirancan Extension ini berlokasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan memakan anggaran sampai Rp153,9 miliar menggunakan dana PLN. Secara total, nilai sembilan paket pembangunan yang telah berhasil dilelangkan tersebut mencapai Rp7 triliun.

Nasri mengatakan, PLN harus bekerja cepat mengingat target pengoperasionalan proyek 35.000 MW ini dimulai triwulan I 2019. Menurutnya, proyek pembangunan SUTET 500 kV jalur utara mulai Ungaran-Mandirancan-Indramayu-Cibatu Baru akan segera dikejar karena proyek tersebut akan menyalurkan daya listrik dari pembangkit listrik 35.000 MW mulai Tanjung Jati Jepara sampai GI Cibatu Baru, Jawa Barat.

Sekretaris Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Pusat (TP4P) dari Kejaksaan Agung RI Yudi Handono yang hadir dalam acara penandatangan itu mengatakan, TP4P akan mengawal proyek besar ini dan memastikan proyek ini berjalan secara transparan, mulai dari administrasi, teknis, sampai keuangannya. “Kami ingin mengamankan proyek strategis nasional,” tuturnya.

Pihaknya juga menegaskan akan mendampingi PLN karena komitmen dan keseriusan PLN dalam beberapa proyek bukan isapan jempol semata. Adapun proyek GITET 500 kV Mandirancan Extension ini dimenangkan oleh PT Multi Fabrindo Gemilang-PT TWINK Indonesia.