Pengembangan Objek Wisata 2017, Waduk Sermo Tak Banyak Disentuh

Penumpang perahu wisata di Waduk Sermo saat ini juga dilengkapi dengan life jacket demi pertimbangan keamanan, Selasa (27/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
23 Mei 2017 20:21 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Waduk Sermo di Desa Hargowilis, Kokap dimungkinkan tak mendapatkan banyak jatah pengembangan aset wisata

 
Harianjogja.com, KULONPROGO-Waduk Sermo di Desa Hargowilis, Kokap dimungkinkan tak mendapatkan banyak jatah pengembangan aset sarana dan prasarana pariwisata, pada 2017 ini.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Sari Wulandari mengatakan, pada 2017 Dispar lebih banyak menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak Rp2,9 miliar, untuk membangun item pelengkap objek wisata (obwis) seperti parkiran, toilet, kios, paving block dan pegangan tangan di Bukit Tritis, dan gardu pandang, serta gazebo.

Selain itu, Dispar juga akan membangun fasilitas pendukung di Suroloyo, serta pusat informasi wisatawan di kota.

"Sedangkan untuk pendongkrak dan aksesibilitas obwis, tentu bukan semata tugas Dispar. Melainkan juga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan," kata dia, Senin (22/5/2017).

Ia menambahkan, Waduk Sermo tetap akan mendapat perhatian. Namun tidak sama seperti dengan obwis lainnya, dan tidak dapat dipastikan akan diberikan pada 2017. Pertimbangannya, pemeliharaan waduk tersebut adalah tanggung jawab dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak, sehingga salah satu pendukung yang diberikan oleh Dispar adalah tenaga kebersihan, selain dermaga kapal.

Setiap tahun, dari evaluasi yang dilakukan, sejumlah obwis mengalami kenaikan pendapatan, sehingga Dispar menaikkan target pendapatan retribusi sebesar 10% tiap tahunnya. Hanya saja, tidak semua obwis dinaikkan targetnya, namun demi mendukung kunjungan wisata yang lebih baik, Dispar turut melakukan penataan.

Hal itu dilakukan untuk mengatrol kenaikan pendapatan Pendapatan Asli Daerah dari pariwisata. Ia menyebut, dari evaluasi-evaluasi tadi diketahui bahwa pendapatan retribusi waduk yang diresmikan 20 November 1996 itu, selalu mampu melampaui target yang ditentukan oleh Dispar.

Sehingga pada 2017 ini, Dispar menargetkan pendapatan retribusi waduk tersebut sebesar Rp389 juta, dan hingga April pendapatan yang diraih sebanyak Rp284 juta.

"Tren pendapatan Waduk Sermo yang selalu meningkat tiap tahunnya itu, terjadi secara bertahap. Mengingat perkembangan terjadi lewat adanya spot foto yang disediakan pelaku wisata, dan ketika wisatan akan ke Kalibiru, maka mereka sekaligus berwisata ke Waduk Sermo," imbuh dia.

Bendahara Penerima Retribusi Dispar Kulonprogo, Ruri Atmini Retno menuturkan, event yang dilakukan di Waduk Sermo dalam beberapa pekan terakhir, turut meningkatkan jumlah pengunjung yang berdampak pada pendapatan retribusi.

Misalnya saja Menoreh Night Festival yang menyedot 3.500 pengunjung, Festival Reog se-DIY yang menarik total 1.500 pengunjung, dan Sermo Art Festival yang menyedot kedatangan 1.115 pengunjung.