Populasi Monyet Gunungkidul Tembus 1.000 Ekor, DLH Kaji Opsi Vasektomi
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Suasana pelaksanaan upacara bendera di Perairan Pantai Baron, Kamis (17/8/2017). (IST/dok. SAR Satlinmas Wilayah II)
HUT Kemerdekaan RI, upacara di tengah laut menarik perhatian orang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-72 di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari, Kamis (17/8/2017) berjalan sukses. Ribuan peserta pun ikut terlibat dalam upacara yang diselengarakan di laut ini. Meski harus berenang sepanjang 500 meter, namun tidak menghalangi antusiasme peserta mengikuti jalannya upacara dari awal sampai akhir.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengaku puas dengan pelaksanaan upacara bendera memeringati kemerdekaan ke-72. Menurut dia, antusiasme peserta sangat tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah peserta upacara yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Saya perkirakan untuk tahun ini ada sekitar 3.000 peserta yang ikut upacara,” kata Marjono kepada wartawan, Kamis (17/8/2017).
Menurut dia, meski upacara berjalan sukses, namun pelaksanaan sempat terkendala dengan ketinggian gelombang. Dari data yang diterima, lanjut Marjono, ketinggian gelombang mencapai 11 kaki sehingga peserta sempat kesulitan menuju ke titik upcara.
“Kami sangat bersyukur karena pelaksanaan tidak terjadi insiden apapun dan berjalan lancar. namun demikian, guna berjaga-jaga, kami juga menyediakan kapal dan jetski untuk standby memberikan pertolongan saat ada kejadian,” paparnya.
Marjono mengungkapkan, pengibaran bendera di tengah laut karena ingin memberikan pengambaran bagi para wisatawan dan masyarakat bagaimana susahnya para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Perjuangan ini kita wujudkan dengan berenang ke tengah laut. Jadi dengan kegiatan ini maka peserta dapat tahu dan lebih menghargai segala perjuangan pahlawan dalam memeroleh kemerdekaan,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Kemenkeu akan mengambil alih 60% saham KCIC atau Whoosh dan mengelolanya melalui SMV, ditargetkan rampung pertengahan September 2026.
Pemkab Temanggung memperkuat kapasitas relawan kebencanaan melalui pelatihan yang menitikberatkan mitigasi dan manajemen pascabencana.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Cari ide lomba 17 Agustus 2026? Simak 30 permainan simpel, seru, dan hemat biaya untuk anak, remaja, hingga orang dewasa.
Kejagung menyebut Febrie Adriansyah masih menerima 50% gaji pokok setelah dinonaktifkan sementara sebagai jaksa dan menjadi tersangka.