Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
ilustrasi haji (JIBI/Solopos/Dok.)
Jemaah haji asal Kota Jogja mulai tiba di tanah air mulai Kamis (14/9) malam
Harianjogja.com, JOGJA -Jemaah haji asal Kota Jogja mulai tiba di tanah air mulai Kamis (14/9/2017) malam. Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Jogja, Sigit Warsita meminta semua jemaah haji yang sudah tiba agar melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas terdekat maksimal dua pekan setelah kedatangan.
Pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan semua jemaah haji dalam kondisi sehat dan terhindar dari penyebaran virus Middle East respiratory syndrome Corona Virus (MERS)-Cov atau penyakit yang penyebarannya melalui unta, “Jika terkena penyakit supaya bisa ditangani segera,” kata Sigit, Rabu (14/9/2017).
Selain itu, menurut Sigit beberapa penyakit yang sering diderita jemaah setelah sebulan lebih menjalankan ibadah haji di tanah suci adalah flu, batuk, dan pilek.
Sigit memastikan sampai kemarin semua jemaah haji asal Kota Jogja dalam kondisi sehat dan akan pulang mulai malam ini untuk kelompok terbang (Kloter) 24 SOC dengan jumlah 355 orang.
Selanjutnya tiga kloter lainnya menyusul pulang pada Sabtu (16/9) untuk kloter 29 SOC dengan jumlah 79 orang, sekitar pukul 04.30 WIB, Kloter 30 SOC dengan dua orang tiba pukul 14.00 WIB dan Kloter 31 dengan jumlah 20 orang tiba pukul 19.15 WIB. Mereka tiba melalui Bandara Adi Sumarmo Boyolal, kemudian diantar ke Balai Kota Jogja sebelum pulang ke rumah masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.