Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Kru Trans Jogja diharapkan menjunjung tinggi semangat siap melayani.
Harianjogja.com, JOGJA-- Demi meningkatkan pelayanan bagi penumpang, para kru bus Trans Jogja diberikan pembinaan tentang ketertiban berlalu lintas dan peneguhan semangat untuk mengabdi.
Pembinaan dilakukan agar masyarakat semakin mencintai moda angkutan umum yang pertama kali diluncurkan pada 2008 silam itu. Kepala UPT Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto yang menjadi salah satu pemateri meminta seluruh kru yang hadir pada kesempatan itu untuk terus meneguhkan apa yang tertera pada seragam kuning yang dikenakan seluruh kru hari itu, yakni slogan Siap Melayani Dengan Baik.
Slogan itu, ucapnya, harus selalu bisa dipertanggungjawabkan oleh setiap kru yang bertugas. Karena pada diri merekalah hidup dan matinya Trans Jogja dipertaruhkan. Ketika masyarakat merasa nyaman dan termuliakan, maka angkutan itu tidak akan hilang. Namun jika warga sudah antipati, maka pemerintah tidak akan segan-segan menghapus Trans Jogja.
“Saya minta kepada teman-teman semua karena tugas kita adalah melayani masyarakat, ya tolong mereka dimuliakan. Karena kita sudah dibayar. Yang penting masyarakat nyaman dan eksis di Trans Jogja,” himbaunya di Kantor Dinas Perhubungan DIY, Jalan Babarsari, Rabu (22/11/2017).
Salah satu caranya, imbuh Sumariyoto adalah dengan mengemudikan bus secara normal. Tidak ugal-ugalan dengan salip sana sini dan selalu menginjak pedal gas dalam-dalam. Hal itu tidak perlu lagi dilakukan, sebab mereka tak lagi dikejar setoran seperti saat mengemudikan bus perkotaan. Jadi tak perlu lagi buru-buru dan tetap santai. Penumpang pun akan merasa aman.
Ia juga menekankan, para petugas untuk senantiasa mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) yang telah tersedia. Jika mendapat giliran tugas sore, hendaknya berangkat sore, ketika dapat giliran pagi, datanglah pagi. Singkatnya tepat waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.