Wayang Kulit Meriahkan Tukar Budaya Magelang-Karanganyar
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Lomba mural di kampus Universitas Sanata Dharma (USD). (Foto istimewa/dokumen)
Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan Lomba Mural yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis USD ke-62.
Harianjogja.com, JOGJA- Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan Lomba Mural yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis USD ke-62.
Tema yang diangkat pada Lomba Mural kali ini adalah “Menolak Pasrah: Kaum Muda x Millenium”. Peserta sebanyak 131 tim yang berasal dari DIY, Jateng, dan bahkan ada 1 tim dari Bekasi yang berpatisipasi pada perlombaan mural kali ini, masing-masing tim terdiri dari 1-3 orang.
Peserta lomba dibagi ke dalam tiga kategori yaitu kategori pelajar, mahasiswa/dosen/karyawan USD, dan umum. Lomba Mural dilaksanakan di Kampus I dan II USD.
Tim 1 sampai 90 mengekspresikan karyanya di sepanjang media tembok antara lapangan sepak bola dan Auditorium Driyarkara Kampus II USD, sedangkan tim 91 sampai 131 di media tembok dekat gedung Fakultas Ekonomi Kampus I USD.
Selain merupakan rangkaian acara Dies Natalis USD ke-62, Lomba Mural ini dilaksanakan sebagai wadah bagi para seniman serta kaum muda untuk mengekpresikan diri terhadap tema yang diangkat pada Lomba Mural yang ke-3 kali ini.
Pemilihan tema “Menolak Pasrah: Kaum Muda x Millenium” dilatarbelakangi oleh kekhawatiran atas perkembangan zaman yang tidak menentu dan banyaknya peristiwa ketidakadilan oleh kaum elite di millennium ini, sehingga menyebabkan kaum muda cenderung pasrah dan tidak peduli dalam menyikapinya.
Lomba Mural ini bukan hanya sekedar menggambar biasa namun memvisualisasikan pesan-pesan bagi kaum muda dalam menyikapi peristiwa zaman ini agar tidak kehilangan karakternya. Pada akhirnya, diharapkan kaum muda bisa berkolaborasi dengan perkembangan zaman di millenium ini tanpa kehilangan karakter baik untuk menjadikan bangsa lebih maju.
Acara dibuka oleh dua orang pembawa acara tepat pukul 09.00 WIB yang dilanjutkan dengan sambutan pertama dari ketua umum Lomba Mural yaitu Innosensius Hageng Jelangpaska. Ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, serta ucapan selamat datang kepada para peserta.
Sambutan kedua oleh F.X. Ouda Teda Ena selaku Ketua Dies Dies Natalis USD ke-62/Wakil Rektor IV USD yang turut menyampaikan terimakasih dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta mural.
“Lomba ini dilaksanakan sebagai sarana untuk teman-teman mencurahkan ide-ide dan kreativitas serta memberikan warna baru bagi kampus USD untuk dapat dinikmati hasil karyanya oleh seluruh warga kampus USD” lanjut Ouda, di sela acara.
Pembuatan karya seni mural dilaksanakan setelah pemberian simbolis berupa cat dari Wakil Rektor IV kepada ketua panitia pelaksanaan Lomba Mural.
Walaupun Lomba Mural sempat terhenti beberapa menit karena hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat dan antusiasme para peserta untuk menyelesaikan karya seni muralnya. Rangkaian Lomba Mural berakhir pada pukul 17.00 WIB dan ditutup dengan penampilan hiburan musik.
Pengumuman pemenang lomba akan dipublikasi pada hari Minggu, 3 Desember 2017 di Kampus II USD setelah proses penjurian oleh 4 orang juri. Total hadiah dari Lomba Mural ini adalah sebesar Rp13 juta dengan pembagian juara berdasarkan kategori pelajar, mahasiswa/karyawan/dosen, dan umum masing-masing kategori mendapakan Juara 1, 2, dan 3.
Juara 1 akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp2 juta, Juara 2 sebesar Rp1,5 juta, dan Juara 3 sebesar Rp1 juta. Semua peserta mendapatkan sertifikat untuk mengapresiasi karya dan partisipasi dalam Lomba Mural ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.