Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 25 Mei, Tarif Rp12.000
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin (25/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000
Bahasa Jepang - ilustrasi (mycpl.org)
Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia secara formal sudah berjalan lebih dari 50 tahun
Harianjogja.com, BANTUL- Minat terhadap pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia terus meningkat, tetapi masih didominasi pada siswa jenjang SMA. Pembelajaran bahasa Jepang perlu terus dikembangkan, terutama di ranah perkuliahan.
Persoalan itu dibahas dalam Seminar Nasional Dinamika Perkembangan Bahasa Jepang di Indonesia yang dilaksanakan di auditorium gedung KH Ibrahim E6 di kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (9/12/2017).
Dedi Sutedi selaku pemateri kunci dalam seminar itu menyampaikan, pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia secara formal sudah berjalan lebih dari 50 tahun. Berawal dari pelajaran minor di SMA di wilayah Jawa Barat dan kemudian berkembang menjadi sebuah jurusan tersendiri di Universitas Padjajaran (UNPAD). Seiring waktu berjalan, ada banyak kemajuan, tetapi masih banyak masalah yang tersisa, utamanya terkait metode pembelajarannya.
Mengingat, dari banyaknya pembelajar Bahasa Jepang, saat ini masih didominasi oleh siswa SMA. Akibatnya, mayoritas pembelajar bahasa Jepang hanya mengenal bahasa jepang semata dan sangat kecil persentasenya yang memiliki keterampilan untuk berkomunikasi dalam Bahasa Jepang dengan baik.
"Saat ini ada banyak perguruan tinggi yang mengajarkan Bahasa Jepang, baik sebagai mata kuliah jurusan maupun mata kuliah pilihan. Kemudian, ada pula yang mendirikan program studi Bahasa jepang, umumnya perguruan tinggi di Indonesia mengarahkan peminat bahasa Jepang pada jurusan yaitu Sastra atau Budaya Jepang dan Pendidikan Bahasa Jepang," terangnya dalam rilis yang dikirim kepada Harian Jogja, Sabtu (9/12/2017).
Ia menambahkan, mahasiswa S1 setiap jurusan dituntut untuk memenuhi target setara dengan N3 dalam standar kemampuan tes berbahasa Jepang yang dikenal Nihongo Nouryoku Shiken atau Japanese Language Proficiency Test (JLPT). Kemajuan pembelajaran Bahasa Jepang juga harus diikuti dengan penyelesaian masalah yang menyertai.
Persoalan antara lain, tingkat pencapaian lulusan S1 yang memiliki N3 masih rendah. Penyebabnya, kesempatan untuk mengikuti JLPT hanya tersedia dua kali dalam setahun, padahal ujian sidang dapat dilaksanakan setiap bulan.
"Masalah juga didapati dalam mata kuliah pembelajaran keterampilan Bahasa Jepang pada mahasiswa, baik dalam mempelajari Hyouki [Kanji] hingga Sakubun [menulis]. Misal dalam pengajaran Hyouki, seringkali penyebabnya berasal dari metode pengajaran yang cenderung monoton dan juga kemampuan mahasiswa untuk menyerap dan memahami huruf kanji yang jumlahnya ribuan terbilang lambat," tegasnya.
Kendala itu, kata dia, sebenarnya dapat diatasi secara bersama oleh para pendidik. Terutama dengan memanfaatkan asosiasi profesi yang dimiliki oleh para pendidik bahasa Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin (25/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.