Residivis Pembacokan Solo Ditangkap, Korban Remaja Terluka
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
Orang tua harus hati-hati membelaki gawai kepada anak-anaknya
Harianjogja.com, SLEMAN-Era digital menuntut pengawasan lebih pada anak. Jika tidak, anak bakal terjerumus ke masalah yang pelik.
Pendiri Rumah Baca Family Library and English Club Ganjar Widhiyoga mengatakan, perkembangan teknologi informasi satu sisi membuat prpses produksi alat-alat elektronik mencapai taraf produksi massal. Hasilnya, gawai menjadi murah dan mudah didapat. Tidak ketinggalkan juga anak-anak saat inipun banyak menggunakan gawai.
"Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat pun tidak luput dari penetrasi gawai. Maka, perlu dilakukan pendidikan pada anak agar mereka bertanggung jawab dengan gawainya," katanya saat seminar Optimalisasi Digital Literasi dan Pentingnya Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini, Minggu (14/1/2018).
Menurutnya, orang tua harus hati-hati membelaki gawai kepada anak-anaknya. Bayi sampai balita berusia dua tahun tidak boleh terpapar gawai dan aktivitas digital. Selain tidak akan membawa manfaat positif, juga bayi sebaiknya belajar dari pengalaman interaksi secara langsung dengan lingkungannya.
"Jikapun akan mengenalkan konten digital, konten harus berkualitas tinggi seperti sesame street atau cebeebies yang dirancang untuk balita," katanya.
Sementara, pegiat taman baca masyarakat Andi Purnawan Putra menilai perkembangan teknologi bisa mendorong minat anak untuk meningkatkan budaya membaca. Dengan syarat, dilakukan pendampingan orang tua atau orang dewasa. "Maraknya perkembangan ini, siapapun bisa menyebar informasi. Menyaring, memilah dan menyeleksi informasi tentunya dibutuhkan," katanya.
Orang tua membutuhkan strategi untuk melakukan pendampingan agar anak tetap mampu membudayakan membaca baik di rumah, lingkungan sekolah, maupun masyarakat. "Misalnya dengan membuat mading. Lomba penulisan hingga membuat kelompok bimbel atau workshop atau taman bacaan," katanya.
Ketua Panitia Kegiatan Abdul Rosyid menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti ratusan orang baik dari DIY maupun luar DIY. Kegiatan yang diprakarsasi oleh PGRA STPI Bina Insani Mulia Jogja tersebut bertujuan untuk mengingatkan serta mengantisipasi keburukan pada anak di era digitalisasi ini.
"Banyak anak tak terkontrol akibat media sosial. Kami mengajak agar orang tua juga melakukan pendampingan kepada anaknya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian terpantau stagnan per Senin 1 Juni 2026. Cek tabel perbandingan harga dan analisis spread buyback.
Marc Marquez finis ketujuh di MotoGP Italia 2026. Meski gagal podium, pembalap Ducati itu mengaku puas karena gejala kebas pada lengan kanannya mulai hilang.
John Herdman menetapkan 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik. Jay Idzes absen karena cedera, sementara Mathew Bake
Dell resmi merilis laptop tipis XPS 13 terbaru seharga Rp11,4 juta. Menawarkan promo pelajar US$599 untuk menantang dominasi MacBook Neo Apple.
Bocoran iPhone Fold atau iPhone Ultra kembali muncul. Ponsel lipat pertama Apple dikabarkan memiliki layar 7,8 inci, baterai 5.800 mAh, dan harga hingga Rp50 ju