Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Orang tua harus hati-hati membelaki gawai kepada anak-anaknya
Harianjogja.com, SLEMAN-Era digital menuntut pengawasan lebih pada anak. Jika tidak, anak bakal terjerumus ke masalah yang pelik.
Pendiri Rumah Baca Family Library and English Club Ganjar Widhiyoga mengatakan, perkembangan teknologi informasi satu sisi membuat prpses produksi alat-alat elektronik mencapai taraf produksi massal. Hasilnya, gawai menjadi murah dan mudah didapat. Tidak ketinggalkan juga anak-anak saat inipun banyak menggunakan gawai.
"Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat pun tidak luput dari penetrasi gawai. Maka, perlu dilakukan pendidikan pada anak agar mereka bertanggung jawab dengan gawainya," katanya saat seminar Optimalisasi Digital Literasi dan Pentingnya Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini, Minggu (14/1/2018).
Menurutnya, orang tua harus hati-hati membelaki gawai kepada anak-anaknya. Bayi sampai balita berusia dua tahun tidak boleh terpapar gawai dan aktivitas digital. Selain tidak akan membawa manfaat positif, juga bayi sebaiknya belajar dari pengalaman interaksi secara langsung dengan lingkungannya.
"Jikapun akan mengenalkan konten digital, konten harus berkualitas tinggi seperti sesame street atau cebeebies yang dirancang untuk balita," katanya.
Sementara, pegiat taman baca masyarakat Andi Purnawan Putra menilai perkembangan teknologi bisa mendorong minat anak untuk meningkatkan budaya membaca. Dengan syarat, dilakukan pendampingan orang tua atau orang dewasa. "Maraknya perkembangan ini, siapapun bisa menyebar informasi. Menyaring, memilah dan menyeleksi informasi tentunya dibutuhkan," katanya.
Orang tua membutuhkan strategi untuk melakukan pendampingan agar anak tetap mampu membudayakan membaca baik di rumah, lingkungan sekolah, maupun masyarakat. "Misalnya dengan membuat mading. Lomba penulisan hingga membuat kelompok bimbel atau workshop atau taman bacaan," katanya.
Ketua Panitia Kegiatan Abdul Rosyid menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti ratusan orang baik dari DIY maupun luar DIY. Kegiatan yang diprakarsasi oleh PGRA STPI Bina Insani Mulia Jogja tersebut bertujuan untuk mengingatkan serta mengantisipasi keburukan pada anak di era digitalisasi ini.
"Banyak anak tak terkontrol akibat media sosial. Kami mengajak agar orang tua juga melakukan pendampingan kepada anaknya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Meta gelontorkan Rp2.617 triliun untuk bangun infrastruktur AI. Laba turun, saham sempat merosot. Visi personal superintelligence Zuckerberg harus dibayar mahal
Lansia berusia 70 tahun ditemukan meninggal di hotel kawasan Parangtritis, Bantul. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Daftar laptop baterai paling awet versi CNET: HP OmniBook 3 16 rekor 34 jam! Persaingan ketat antara Qualcomm, Intel, dan Apple. Simak selengkapnya di sini.