Harga BBM 26 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Banyak warga yang ingin melihat gerhana total melalui teleskop
Harianjogja.com, JOGJA- Banyak warga yang ingin melihat gerhana total melalui teleskop, namun cuaca tidak mendukung sehingga bulan tidak tampak.
Ratusan orang silih berganti mendatangi dua teleskop milik komunitas pegiat astronomi Jogja Astro Club (JAC) yang diteduhkan di emperan gerbang depan Masjid Agung Kauman. Di titik lain, kawasan Alun-Alun Utara Kota Jogja juga banyak didatangi warga.
Mereka tak lain, ingin menjawab rasa penasaran untuk melihat gerhana matahari yang secara astronomi terdeteksi pukul 19.51 mencapai puncak gerhana.
Nurul Huda dan Imam dari JAC tak henti-hentinya menjawab pertanyaan masyarakat yang datang tentang kondisi gerhana yang terjadi. Sayangnya karena cuaca yang tidak mendukung sehingga teropong milik komunitas ini tak mampu berbuat banyak.
Mereka membawa tiga alat tempur, mulai dari teleskop reflektor merupakan penggabungan dari lensa dan cermin, kemudian teleskop refraktor yang menggabungkan dua buah lensa dan teleskop to go.
"Sudah kelihatan belum mas," ujar salah seorang pria yang baru saja mendekati kerumunan lensa.
"Cuacanya mendung jadi kami belum bisa melihat," jawab Nurul Huda. Mendapat jawaban tersebut, pria itu langsung meninggalkan kerumunan.
Begitu seterusnya, secara berulang-ulang warga datang dan menanyakan hal yang sama, hingga para anggota JAC pun memberikan jawaban tak jauh berbeda dengan sebelumnya.
Pukul 19.51 WIB yang menjadi awal dari puncak gerhana, Nurul Huda nekat menyalakan teleskop refraktor Vixen ED 80 SF dengan menyambungkannya ke listrik. Sebuah kotak pengendali sebagai remote control dipegang dengan diotak-atik memencet tombol.
Menghadap ke timur, lalu lensa teleskop itu bergerak ke kiri mengarah ke atas dengan kemiringan sekitar 40 derajat. Lensa itu secara otomatis sesuai dengan posisi bulan saat itu, sayangnya langit tertutup mendung dan lensa sama sekali tak dapat mendeteksi.
Para anggota JAC lebih banyak melakukan edukasi kepada warga yang datang karena sebagian besar melontarkan pertanyaan untuk menjawab rasa penasaran terhadap gerhana. Selain itu memberikan informasi tentang pantauan gerhana melalui aplikasi android.
"Sudah antisipasi sebelumnya, kalau hujan kami gunakan untuk edukasi dan respon masyarakat luar biasa banyak yang bertanya," ungkap Ketua JAC Agung Laksana di sela-sela kegiatan itu.
Muhammad misalnya, sengaja datang dari Ambarketawang, Gamping selain untuk menunaikan Salat Gerhana sekaligus ingin melihat menggunakan teleskop. Tetapi ia memaklumi karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
"Tujuan utama sebenarnya datang untuk shalat lalu bisa ikut lihat lewat teropong tetapi cuaca seperti ini, ya kita syukuri saja," ungkapnya kepada Harian Jogja di depan Masjid Kauman.
Saat gerimis reda, tim JAC membawa peralatannya ke Alun-Alun utara dengan harapan bulan mau menampakkan diri, namun hasilnya nihil. Hingga pukul 21.30 WIB, kerumunan warga masih berjubel, mereka lebih banyak duduk di besi pembatas Alun-Alun dengan memainkan gawai masing-masing.
Sementara itu Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Takmir Masjid Islamic Center UAD dan Pusat Studi Astronomi UAD menggelar salat sunah gerhana mulai pukul 19.40 WIB hingga pukul 20.15 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan kajian ilmiah yang dilaksanakan sebelum salat gerhana dan salat Isya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.