Dari 86 Desa di Sleman, Baru 12 yang Punya Perpustakaan

25 Februari 2018 00:20 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Baru ada 12 desa di Sleman yang memiliki perpustakaan aktif

Harianjogja.com, SLEMAN—Dari 86 desa yang ada di Kabupaten Sleman, baru ada 12 desa yang memiliki perpustakaan aktif. Padahal sesuai amanat undang-undang, setiap desa wajib mengembangkan perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi mengatakan sesuai Undang-Undang Nomor 43/2017 tentang Perpustakaan, desa wajib menyelenggarakan perpustakaan.

“Tapi memang kalau di Sleman masih belum banyak desa yang memiliki perpustakaan dan aktif,” kata dia, Jumat (23/2/2018).

Instansinya mencatat dari 86 desa, baru ada 12 desa yang memiliki perpustakaan aktif. Dan dari 12 desa itu pun 10 di antaranya merupakan rintisan desa gemar membaca di bawah pembinaan DPKD Sleman. Sedangkan desa lainnya atau sebanyak 74 desa di Sleman ada yang sudah memiliki perpustakaan tapi tidak aktif, dan ada juga yang belum memiliki sama sekali.

Sejatinya seluruh desa wajib mengembangkan perpustakaan dan boleh menggunakan dana desa untuk pengembangannya. Namun Ayu memperkirakan masih belum banyak desa yang berani menggunakan dana desa untuk membangun perpustakaan, karena masih fokus pada pembangunan insfrastruktur.

Padahal pengembangan perpustakaan di desa sudah diinstruksikan oleh Presiden secara langsung. “Saat saya menghadiri acara di Jakarta, Pak Presiden bilang: Akan saja cek itu, bahwa dana desa antara lain harus untuk perpustakaan desa juga,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya pun kini gencar melakukan sosialisasi ke setiap desa untuk adanya pengembangan perpustakaan. Hal ini demi membuka akses literasi kepada masyarakat, pasalnya selama ini tingkat literasi masyarakat di Sleman masih cukup rendah.