Klaim BPJS Terlambat, RS Jogja Utang Obat

01 Maret 2018 15:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Manajemen Rumah Sakit Jogja-RS Wirosaban, mengeluhkan lambatnya proses pencairan klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Harianjogja.com, JOGJA- Manajemen Rumah Sakit Jogja-RS Wirosaban, mengeluhkan lambatnya proses pencairan klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sejak beberapa bulan terakhir.

Jika keterlambatan itu terus terjadi, maka berpotensi mengganggu layanan kesehatan karena rumah sakit milik Pemerintah Kota Jogja ini tidak memiliki dana cadangan operasional.

“Keterlambatan itu bagi kami sudah cukup mengganggu operasional, layanan kepada pasien dan juga pemenuhan kebutuhan obat serta alat medis lainnya,” kata Direktur Rumah Sakit Jogja, Tuty Setyowati, dalam rapat kerja dengan Komisi D di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Rabu (28/2/2018).

Tuty mengatakan keterlambatan klaim dari BPJS Kesehatan terjadi sejak Oktober 2017 lalu sampai akhir Februari 2018 ini. Total klaim BPJS mencapai Rp23,5 miliar. Pihaknya sudah mengajukan pencairan klaim sejak 25 Januari sebesar Rp9,7 miliar, kemudian pada 31 Januari sebesar Rp4,5 miliar. Kemarin, Ruah Sakit Jogja juga mengklaimkan kembali sebesar Rp9 miliar. Namun, belum ada yang dicairkan.

Menurut Tuty, alasan BPJS tidak segera mencairkan klaim rumah sakit karena harus menunggu transfer dari BPJS Pusat. Ia hanya berharap pencairan klaim bisa tepat waktu.

Sebab, sebanyak 90% lebih pasien Rumah Sakit Jogja adalah peserta BPJS, sehingga klaim BPJS menjadi sumber utama dana operasional rumah sakit dan kelancaran layanan kesehatan.

Akibat keterlambatan itu, Rumah Sakit Jogja harus pontang-ponting mencari pinjaman, bahkan utang obat kepada distributor sebesar Rp13 miliar pun belum bisa dibayar. “Kami usahakan agar pasokan obat tetap berjalan,” ujar Tuty.