Inflasi DIY Mei 2026 Naik Tipis, Transportasi Jadi Pemicu Utama
Inflasi DIY Mei 2026 naik jadi 0,15%. Tarif pesawat dan LPG jadi pemicu utama, sementara harga pangan turun menahan lonjakan.
Pemkab Sleman menganggarkan dana Rp4,1 miliar untuk memperbaiki kerusakan dan memenuhi beberapa fasilitas rumah susun sewa (rusunawa)
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman menganggarkan dana Rp4,1 miliar untuk memperbaiki kerusakan dan memenuhi beberapa fasilitas rumah susun sewa (rusunawa).
Kepala Seksi Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUP-KP) Sleman M. Nurrochmawardi menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk optimalisasi dan penataan bangunan dan infrastruktur lingkungan Rusunawa.
"Ada dua paket pengerjaan yang kami lakukan tahun ini baik di Gemawang, Mranggen maupun Jongke," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (28/2/2018).
Seluruh Rusunawa yang rusak akan diperbaiki. Selain melakukan pengecatan dan perbaikan bangunan yang bocor, Pemkab juga melakukan penyempurnaan instalasi air bersih dan listrik.
Beberapa anggaran juga digunakan untuk memperbaiki penutup unit hunian, jalan lingkungan dan perbaikan talut. "Total pagu anggarannya sekitar Rp2 miliar," katanya.
Untuk paket dua, dilakukan untuk Rusunawa di Jongke. Pihaknya akan menyempurnakan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal dan perbaikan lainnya. Total anggarannya Rp2,1 miliar.
Pembangunan saluran IPAL Komunal tersebut, katanya hanya penyempurnaan. "Sebenarnya sudah ada IPAL cuma belum sempurna. Baru 50 persen sehingga masih menimbulkan bau. Tahun ini disempurnakan sampai 100 persen agar tidak menimbulkan bau," katanya.
Dia menjelaskan, optimalisasi bangunan rusunawa ini dilakukan lantaran selama 10 tahun terakhir belum pernah dilakukan perbaikan.
"Untuk rusunawa Dabag sudah bagus, tahun lalu sudah ada perbaikan. Kami juga menambah fasilitas cerobong sampah agar penghuni tidak perlu susah-susah turun untuk membuang sampah," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Mei 2026 naik jadi 0,15%. Tarif pesawat dan LPG jadi pemicu utama, sementara harga pangan turun menahan lonjakan.
Pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Kanigoro.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 6 Juni 2026 lengkap. Transportasi andalan komuter cepat, murah, dan bebas macet.
BMKG prakirakan cuaca DIY 6 Juni 2026 cerah hingga udara kabur. Warga diminta waspada perubahan cuaca lokal.
Bedah buku berjudul Negara dan Darurat Digital: Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman digelar di Balai Kalurahan Ngawis, Kamis (4/6/2026).