DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Salah satu potensi Gunungkidul yang belum tergarap adalah budi daya ikan kerapu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Potensi kelautan dan perikanan di Gunungkidul melimpah ruah. Namun, potensi ini belum tergarap dengan baik sehingga hasilnya belum begitu dirasakan oleh nelayan.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, salah satu potensi yang belum tergarap ini adalah budi daya ikan kerapu. Menurut dia, kondisi laut di Gunungkidul sangat cocok untuk budi daya karena air jernih dan memiliki kandungan garam beryodium tinggi. “Dua faktor ini bisa menjadi kunci dalam pembudidayaan,” kata Badingah, Sabtu (10/3/2018).
Keyakinan untuk budi daya ini tidak lepas dari budi daya ikan kerapu yang dilakukan oleh salah satu pengusaha di Jalan Kaliurang, Sleman. Menurut dia, budi daya itu berhasil, meski lokasi yang digunakan berada di daratan.
“Masak kita yann punya pantai tidak bisa. Jadi harus dicoba, apalagi Ikan kerapu yang dihasilkan di sana [budi daya di Sleman] banyak dipasok ke hotel-hotel berbintang di DIY,” ungkapnya.
Badingah menuturkan, keberhasilan budi daya kerapu di Sleman tidak lepas dari pasokan garam dari Gunungkidul. Oleh karena itu, ia pun mendorong agar para nelayan mau membudidayakan kerapu karena dari sisi lokasi sudah tersedia sehingga biaya pemeliharaan yang dibutuhkan tidak besar. Selain itu, budi daya ikan kerapu memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga dapat memberikan penghasilan yang lebih kepada masyarakat.
“Kalau budi dayanya seperti di Sleman, pasti butuh biaya yang besar karena lokasi pemeliharaan harus dibuat seperti di laut sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalau pemeliharaannya di pesisir [lokasi dekat di laut], maka biaya yang dikeluarkan dapat ditekan,” katanya lagi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin sependapat dengan usulan dari bupati. Namun, untuk budi daya harus melalui perencanaan sehingga pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Ide itu [budi daya kerapu] sangat baik, tapi sebelum dilaksanakan harus dibuat kajian dan perencanaan yang matang terlebih dahulu sehingga konsep budi daya ada gambaran yang jelas,” katanya.
Menurut dia, untuk lokasi budi daya tidak ada masalah karena bentangan pantai di Gunungkidul sangat luas sehingga dapat dimanfaatkan. “Mudah-mudahan ini bisa direalisasikan sehingga dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Harga emas perhiasan hari ini, Kamis 24 September 2026, stagnan. Harga 24 karat di Lakuemas Rp2,253 juta per gram.
Prakiraan cuaca hari ini dari BMKG menunjukkan hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia, disertai potensi kabut, petir, dan awan tebal.
Wacana kuliah gratis perlu mempertimbangkan perbedaan pengelolaan PTN Satker, BLU dan PTN-BH serta kemampuan fiskal negara.
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.
Trump menyambut langsung Xi Jinping di bandara AS. Kunjungan tiga hari ini diwarnai agenda perdagangan, teknologi, Taiwan hingga Iran.