Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Serangan tikus turunkan produksi beras.
Harianjogja.com, SLEMAN--Wilayah produsen beras seperti Godean, Moyudan, dan Minggir menghadapi berbagai jenis hama. Tikus menjadi jenis Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang paling banyak dijumpai oleh petani.
Petani di Dusun Dukuh, Godean, Saiman mengatakan jenis OPT yang paling banyak dijumpai di Kecamatan Godean yaitu tikus dan keong. “Lama-lama dimakan padinya,” ujar Saiman, Senin (12/3/2018).
Cara para petani di Godean dalam menghadapi serangan hama cukup beragam. “Kadang, kalau malam hari itu pakai mercon, nanti tikus akan keluar,” ujar Saiman. Terkadang juga Saiman menangkal serangan hama dengan menggunakan alat semprot.
Saiman mengatakan bahwa jumlah produksi beras turun setengah persen dari sebelumnya. “Sebelumnya bisa sampai satu kwintal, tapi kalau ada hama, turun setengahnya,” katanya saat ditemui Harianjogja.com.
Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik (BPS) Sleman, pada 2015 Kecamatan Godean adalah kecamatan yang paling banyak diserang hama. Sebanyak 476 hektare lahan diserang hama tikus, ditambah 432 hektare lahan diserang hama penggerek batang.
Saiman berharap untuk 2018 ini serangan hama bisa menurun. Menurutnya, lahan akan mudah diserang hama ketika sudah masuk musim penghujan. “Mudah-mudahan tidak ada hama, tapi kalau hujan terus, hama bakal banyak,” tambah Saiman.
Petani di Dusun Tegalyoso, Gamping, Radi mengatakan pemerintah desa sudah mengupayakan adanya pelatihan untuk petani dalam menangkal hama, seperti pemberian obat dan perbaikan pola tanam.
Radi mengatakan bahwa setelah adanya pelatihan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), relatif serangan hama berkurang. “Ya biasanya sering ada serangan hama, tapi sekarang sudah berkurang, karena dari PPL sudah ada anjuran, terkait obat dan pengelolaannya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.