Hasto Ngunduh Mantu, Ribuan Warga Antre Ucapkan Selamat

25 Maret 2018 15:20 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Ribuan orang mengantre untuk masuk ke pelataran Rumah Dinas Bupati Kulonprogo Sabtu (24/3/2018) siang

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Ribuan orang mengantre untuk masuk ke pelataran Rumah Dinas Bupati Kulonprogo Sabtu (24/3/2018) siang. Ribuan orang itu harus menunggu giliran masuk ke lokasi pelataran rumah dinas untuk memberikan selamat untuk Romzi Azmi Lazuardi anak pertama dari Bupati Kulonprogo, Hasto wardoyo dan Dyah Listya Palupi yang merayakan resepsi pernikahan.

Menurut keterangan salah satu panitia resepsi, perayaan pernikahan ini dilakukan selama tiga hari yang berturut-turut. Dimulai sejak Jumat (23/3/2018) hingga Minggu (25/3/2018). Di hari terakhir, resepsi bakal menggunakan Gedung Teater Tertutup di Taman Budaya Kulonprogo, Pengasih, Pengasih.

Khusus Jumat dan Sabtu, tamu undangan di khususkan untuk masyarakat Kulonprogo, bersama tokohnya. Setidaknya 1.500 undangan disebar dalam perhelatan itu. Sedangkan untuk Minggu, dikabarkan beberapa Petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan datang mengunjungi resepsi Putra Politisi PDIP itu.

Salah seorang tamu undangan, Bambang Jati Asmoro, 20, warga Kopat, Karangsari, Kulonprogo mengungkapkan bahwa dirinya telah menunggu selama tiga puluh menit untuk masuk bisa masuk ke dalam ruangan. "Sekitar 30 menit, beberapa orang juga tidak mengantre, harusnya kan dua antrean tetapi malah menjadi tiga," ucapnya.

Ia turut berbependapat terkait cinderamata pernikahan berupa tempat pensil dan beberapa ornamen acara yang bercorak batik Geblek Renteng. Menurut Bambang hal tersebut ialah hal baik mengingat Hasto sering berkampanye tentang Bela-Beli Kulonprogo.

"Air kemasan juga menggunakan airKu milik PDAM Kulonprogo," katanya

Lain lagi dengan Ahmadi (32) warga Bendungan, Wates. Dirinya mengungkapkan bahwa dalam acara untuk tokoh masyarakat dan tokoh agama Kulonprogo ia anggap sebagai sebuah acara cukup elegan. Tata ruang yang tidak mewah dan digabung dengan ornamen geblek renteng di beberapa sudut ia anggap tidak terlalu berlebihan bagi orang nomor satu di Kulonprogo itu.

"Acaranya sederhana, cukup bagus dan terkesan elegan. Tetapi sayang banyak yang tidak mengantre," katanya.