BRI Ganti Kartu ATM Nasabah yang Terindikasi Skimming, Termasuk di Jogja

26 Maret 2018 15:55 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Layanan penggantian kartu ATM BRI di seluruh cabang BRI DIY sudah dilaksanakan mulai

Harianjogja.com, JOGJA - Layanan penggantian kartu ATM BRI di seluruh cabang BRI DIY sudah dilaksanakan mulai. Berdasarkan laporan yang masuk ke BRI Pusat, seluruh cabang BRI termasuk DIY terpantau ramai sejak kemarin oleh nasabah yang mengganti kartunya.

Corporate Secretary Bank BRI Pusat Bambang Tri Baroto membenarkan bahwa pihak BRI Pusat mengirimkan SMS kepada seluruh nasabah yang terindikasi skimming.

"Kami mendata nama nasabah yang pernah menarik uang di ATM yang terkena skimming, kemudian kami tegaskan untuk mengganti kartu di cabang terdekat melalui SMS," kata Bambang kepada Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Minggu (25/3/2018).

Meskipun telah dilakukan pendataan, Bambang belum menerima laporan dari DIY terkait jumlah nasabah yang terindikasi skimming. Namun berdasarkan laporan yang masuk ke BRI pusat, cabang-cabang seluruh Indonesia termasuk DIY ramai didatangi nasabah.

"Saya belum dapat laporan terkait jumlah pasti [nasabah], kan layanan baru saja berjalan. Tetapi memang iya ramai. Karena ada juga nasabah yang tidak disms, tidak terindikasi, tetapi begitu mendengar ada penggantian kartu, mereka juga ikut cemas dan mengganti kartu mereka," kata Bambang.

Sementara itu, Kepala Kanwil BRI DIY, Hari Siaga Amijarso juga belum melakukan cek terkait data pasti. "Nanti saya cek dulu," kata Hari kepada Harianjogja.com melalui sambungan telepon.

Hari menambahkan, layanan penggantian kartu dilakukan di seluruh kantor cabang DIY mulai hari ini. Layanan akan tetap buka Sabtu dan Minggu. Layanan akan berakhir pada pukul 16.00 WIB di setiap cabang.

Salah satu nasabah BRI, Lavena Ika, 32, warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul mengungkapkan pada Sabtu (24/3/2018) dini hari menerima SMS dari BRI berbunyi: “Yth, Nasabah BRI, demi keamanan trx, kartu ATM Anda akan dinonaktifkan. Segera ganti kartu.”

Pada Sabtu pagi, Lavena yang sehari-hari menggunakan kartu ATM-nya untuk membayar gaji karyawan dan belanja kebutuhan bisnis konveksinya harus menelan kecewa.

“Sabtu pagi sudah tidak bisa dipakai, padahal saya harus membayar honor penjahit, dan lain-lain. Yang saya sesalkan kenapa BRI tidak memberitahu jauh-jauh hari,” ujarnya, Minggu (25/3/2018).

Tak hanya itu, Lavena juga bingung kenapa hanya kartu ATM-nya yang dinonaktifkan, sedangkan milik anggota keluarga lainnya yang juga menjadi nasabah BRI kartunya masih aktif.

“Kartu milik ayah dan adik saya tidak diblokir. Saya lalu tanya ke teman yang menjadi karyawan BRI, katanya kartu ATM saya terindikasi skimmer [telah di-skamming],” ujar perempuan yang telah 10 tahun menjadi nasabah BRI Cabang Kasihan, Bantul ini.