Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Magelang Bakal Dilindungi Perda
DPRD Kota Magelang mengusulkan regulasi khusus yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkembang
Hujan abu di Jalan Kaliurang Km 21 Sleman pada Jumat (10/5/2018). /Istimewa-dok warga
Harianjogja.com, SLEMAN- Kawasan lereng Gunung Merapi mulai dilanda hujan abu sebagai dampak letusan Freatik yang menyemburkan abu vulkanik, Jumat (11/5/2018) pagi.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, hujan abu terjadi di kawasan Cangkringan, Pakem dan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Kawasan tersebut memang merupkan kecamatan terdekat dengan Puncak Merapi.
Dede, seorang warga Harjobinangun, Pakem, Sleman mengungkapkan kawasan tersebut saat ini sudah turun hujan abu bercampur pasir.
"Abunya campur pasir, cukup deras," katanya.
Hujan abu juga terjadi di kawasan perkotaan. Seperti di Jalan Kaliurang Km 21 Sleman. Hujan abu sangat tampak, bahkan sampai ke tanah, meski belum tebal.
Kawasan di lereng Merapi juga mulai gelap. Dian Saraswati, seorang warga di Bimomartani Kalasan mengungkapkan di wilayahnya mulai gelap. "Suasana mulai gelap, tapi belum hujan abu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Magelang mengusulkan regulasi khusus yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkembang
Tiga atlet Aceh lolos seleksi Timnas Indonesia untuk Piala Dunia Minifootball 2026, tetapi hanya Tifatul Ulfi yang berangkat ke Turki karena keterbatasan anggar
Pertamina memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan stok, jam operasional, SPBU modular, dan layanan tambahan sesuai kebutuhan.
Simak 200+ inspirasi nama kucing aesthetic, lucu-imut, dan unik yang bisa dipilih berdasarkan penampilan, kepribadian, hingga kesukaan pemilik.
Berita politik sepekan mencakup rapat Prabowo soal karhutla, strategi fiskal menjaga harga BBM, sidang kabinet, KDM, dan insentif daerah 2027.
Film Peluru Senja: The Ghost and The Gun diproduksi di Bali dengan 14 set yang menggambarkan Malaysia pada 1948.