Merasa Aman, Pedagang di Kaliurang Tak Ingin Wisata Ditutup

Meigitaria Sanita
Meigitaria Sanita Sabtu, 02 Juni 2018 21:17 WIB
Merasa Aman, Pedagang di Kaliurang Tak Ingin Wisata Ditutup

Kawasan wisata Tlogoputri Kaliurang Sleman sepi wisatawan. /Harian Jogja- Meigitaria Sanita

Harianjogja.com, SLEMAN - Pedagang di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi mengeluhkan wisata yang ditutup karena aktivitas Merapi sehingga mereka tidak ada pemasukan. Mereka memilih tetap buka karena memang menganggap lokasi masih aman sesuai himbauan BPBD dan BPPTKG.

Kurang lebih dua pekan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ditutup. Hal tersebut dikeluhkan pedagang sekitar karena berpengaruh dengan pendapatan.

Selain itu mereka juga menganggap bahwa jarak TNGM masih aman sesuai dengan yang disampaikan pihak BPBD, yakni 5,5 km dari puncak Merapi. Hal tersebut disampaikan Heri salah satu pedagang yang tetap membuka warungnya walaupun sepi pengunjung, Sabtu (2/6/2018).

"Penghasilan tidak ada karena tidak ada pengunjung, patokan kita tetap buka karena PGM, BPPTKG, BPBD kalau mereka tidak menganjurkan mengungsi ya buka seperti biasa," ungkapnya.

Heri juga menambahkan bahwa lokasi TNGM yang berada pada radius 5,5 km masih aman dan membuat pemikiran bahwa Kaliurang masih aman.

Sama halnya dengan Titik, pedagang lain yang masih membuka warungnya, ia menuturkan bahwa akan tetap buka hingga ada imbauan mengungsi.

"Ya sudah tidak mencari penghasilan lagi kalau ini, tapi tetap dibuka karena tinggalnya disini sampai disuruh ngungsi. Belum ada perintah. Tunggu sampai dijemput," ungkap Titik.

Dari puluhan warung disekitar TNGM hampir semua tutup karena sudah sangat sepi pengunjung dari letusan pertama, dan yang membuat pengunjung semakin sepi karena pihak TNGM yang menutup wisata tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online