Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Wali Kota Jogja Hariyadi Suyuti saat mengikuti syawalan bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (29/6/2018) di Balai Kota Jogja./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja diminta mematangkan perencanaan terkait penataan wajah kota. Selama perencanaan disiapkan dengan matang, berapapun kebutuhan anggarannya bisa dicukupi melalui Danais meskipun secara bertahap.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap konsep dan perencanaan pembangunan di Jogja lebih dimatangkan lagi agar bisa mengakses Danais. "Danais itu silakan digunakan tetapi perencanaan juga harus siap. Penataan Malioboro dan Kotabaru saat ini kan pakai Danais," urai Sultan di sela silaturahim dan halal bihalal di Balai Kota Jogja, Jumat (29/6/2018).
Menurut Sultan, Jogja harus mampu menjaga karakteristik wilayahnya. Apalagi lima dari enam kawasan cagar budaya di DIY berada di Jogja yakni Malioboro, Kraton, Pakualaman, Kotagede, dan Kotabaru.
"Penataan wajah kota itu diprioritaskan dengan menata kembali kawasan cagar budaya tersebut. Perencanaan Dinas Kebudayaan bagaimana?" kata Sultan.
Menurut Sultan, sebagai kota perjuangan, Jogja menjadi saksi beragam peristiwa bersejarah bagi bangsa ini. Sejumlah peristiwa penting seperti Serangan Oemoem 1 Maret, peristiwa Jogja Kembali, serangan Kotabaru, pemindahan ibukota NKRI dan peristiwa lainnya terjadi di Jogja. Peristiwa tersebut menjadi khasanah yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Pembangunan masyarakat (nilai) jauh lebih penting dibanding pembangunan fisik.
"Jangan sampai peristiwa penting itu hilang. Jadi bagaimana agar masyarakat bisa mengingat sejarah itu dan tidak kehilangan," kata Sultan.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap adanya dukungan kebijakan teknis maupun alokasi Danais untuk penataan wajah kota. Menurutnya, penataan yang dilakukan saat ini (Malioboro dan Kotabaru) bertujuan agar cagar budaya sebagai kawasan lindung tetap terjaga.
Dalam proses penataan dan pembangunan tersebut, kata Haryadi, Pemkot tetap mengharapakan keterlibatan masyarakat. Sebagai contohnya, Pemko meluncurkan program Gandeng Gendong yang mensinergikan lima unsur yakni kota, kampus, kampung, korporasi dan komunitas.
Pemkot Jogja, lanjutnya, juga menyediakan aplikasi \'Jogja Smart Service\' berbasis andriod agar pembangunan yang dilaksanakan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.